|  
The EUDR has been postponed for the second time and will now take effect on 30 December 2026 for large enterprises (as operators) and 30 June 2027 for small businesses (SMEs).
News Icon

LATEST NEWS

Harga Karet Bertahan Tinggi, Industri Ban Tertekan Biaya Meski Kenaikan Harga Belum Sepenuhnya Terserap Pasar

Harga Karet Bertahan Tinggi, Industri Ban Tertekan Biaya Meski Kenaikan Harga Belum Sepenuhnya Terserap Pasar

Medan, 16 April 2026 — Pergerakan harga karet global menunjukkan dinamika yang beragam di tengah tekanan biaya industri hilir, khususnya sektor ban. Di satu sisi, harga bahan baku utama seperti karet alam masih bertahan relatif tinggi, namun di sisi lain produsen ban menghadapi kesulitan dalam meneruskan kenaikan biaya tersebut ke pasar.

Berdasarkan pantauan pagi ini pukul 07.50 WIB, harga karet di bursa internasional masih menunjukkan tren positif terbatas. Kontrak SICOM TSR20 (SGX) untuk Mei tercatat di level 203,6 sen/kg atau naik tipis 0,1 poin, sementara kontrak RSS3 di SHFE untuk September berada di 16.855 yuan/ton, menguat 105 yuan.

Menariknya, harga TSR20 di SICOM telah cukup lama bertahan di atas level 190 sen/kg, yang mencerminkan fundamental pasar yang relatif kuat. Level ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi jangka pendek, harga karet alam masih berada pada fase yang cukup baik dibanding periode sebelumnya.

Kondisi ini tidak terlepas dari faktor pasokan yang terganggu, termasuk di kawasan produsen utama seperti Sumatera Bagian Utara. Dalam beberapa bulan terakhir, produksi karet di wilayah ini mengalami penurunan signifikan akibat kombinasi faktor cuaca dan teknis. Curah hujan yang tidak merata serta periode panas berkepanjangan mengganggu siklus penyadapan, sementara sebagian petani juga mengurangi intensitas sadap akibat harga sebelumnya yang kurang menarik. Dampaknya, pasokan bahan baku ke pasar menjadi lebih terbatas dan turut menopang harga tetap tinggi.

Selain Indonesia, gangguan pasokan juga terjadi di Thailand dan Vietnam. Suhu tinggi di Thailand dilaporkan menunda aktivitas penyadapan hingga akhir April, sementara wilayah produksi di Vietnam dan China mengalami kendala kelembapan tanah yang tidak mencukupi. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap sisi suplai global.

Namun demikian, tekanan justru datang dari sisi hilir, khususnya industri ban. Memasuki Maret 2026, biaya produksi ban meningkat signifikan seiring kenaikan harga bahan baku utama seperti karet alam, karet sintetis, dan carbon black. Ketiga komponen ini menyumbang lebih dari 60% total biaya produksi ban.

Data menunjukkan, harga karet sintetis seperti SBR dan BR mengalami kenaikan bulanan hingga sekitar 12%, sementara carbon black melonjak lebih dari 13%. Bahkan, rata-rata biaya produksi ban truk (all-steel tire) telah melampaui 970 yuan per unit, naik hampir 7% dibanding Januari.

Kondisi ini mendorong produsen ban di China untuk mengumumkan rencana kenaikan harga produk sebesar 2–5% sejak akhir Maret hingga awal April. Namun, realisasi kenaikan harga di pasar tidak berjalan mulus.

Permintaan yang masih lemah, tingginya stok di tingkat distributor, serta adanya program promosi dalam ajang pemesanan musim semi membuat harga jual ban di pasar belum sepenuhnya naik. Bahkan di beberapa kanal distribusi, harga masih cenderung stabil atau mengalami penyesuaian ringan untuk mempercepat penjualan.

Fenomena ini menunjukkan adanya jeda transmisi harga dari produsen ke konsumen akhir yang umumnya berlangsung 1–2 bulan. Selain itu, banyak stok ban yang saat ini beredar masih diproduksi saat harga bahan baku lebih rendah, sehingga belum mencerminkan kenaikan biaya terbaru.

Di sisi lain, pasar juga menerima sinyal beragam dari sektor energi dan bahan baku. Harga karet Jepang sempat melemah tipis seiring penurunan harga minyak, meskipun sentimen positif dari pasar saham Jepang dan potensi gangguan pasokan membatasi penurunan lebih lanjut.

Sementara itu, penurunan harga karet sintetis jenis SBR oleh Sinopec sebesar 400 yuan/ton menjadi indikasi bahwa permintaan sektor hilir masih belum kuat, sekaligus menekan harga di pasar spot dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, pasar karet dan industri turunannya saat ini berada dalam fase transisi: biaya produksi meningkat, harga bahan baku relatif tinggi, namun daya serap pasar belum sepenuhnya mengikuti. Dalam 1–2 bulan ke depan, seiring berkurangnya stok lama dan berakhirnya program promosi, kenaikan harga ban berpotensi mulai terealisasi secara bertahap.

Namun demikian, dengan kondisi permintaan global yang masih terbatas, kenaikan harga tersebut diperkirakan akan berlangsung secara perlahan dan tidak merata di seluruh pasar.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI