Karet Tembus Level Psikologis, Namun Kenaikan Terbatas: Pasar Waspadai Pasokan dan Tekanan Energi
Medan, 22 April 2026 – Harga karet alam global menunjukkan penguatan pada awal perdagangan, didorong oleh penurunan stok dan sentimen teknikal, meski kenaikannya diperkirakan terbatas akibat mulai meningkatnya pasokan dan tekanan dari sisi energi.
Berdasarkan pantauan pukul 07.00 WIB, harga SICOM TSR20 (Mei) di bursa Singapore Exchange (SGX) tercatat 206,4 sen AS/kg (turun tipis 0,3), sementara RSS3 di Shanghai Future Exchange (SHFE) kontrak aktif September berada di kisaran 17.105 yuan/ton, menguat sekitar 50 yuan. Sebelumnya, kontrak utama karet di Shanghai sempat menembus kembali level psikologis 17.000 yuan/ton, memperkuat sinyal teknikal jangka pendek.
Didukung Pengurangan Stok dan Permintaan Musiman
Penguatan harga karet didorong oleh berlanjutnya penurunan stok di China, khususnya di Qingdao. Hingga 19 April 2026, total persediaan di gudang bonded dan perdagangan umum tercatat sekitar 70,88 juta ton, turun tipis dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya pengeluaran barang dari gudang, seiring kebutuhan pabrik ban yang melakukan restocking menjelang libur May Day.
Di sisi permintaan, industri ban masih menunjukkan kinerja yang cukup solid. Tingkat produksi ban berada pada level tinggi secara tahunan, dengan dukungan permintaan ekspor yang relatif stabil, meskipun masih dibayangi ketidakpastian global.
Faktor Cuaca dan Awal Musim Sadap Jadi Penentu
Dari sisi pasokan, tekanan global masih relatif terbatas. Produksi mulai meningkat seiring masuknya musim sadap di negara produsen utama seperti Thailand, namun tambahan pasokan belum signifikan karena masih tahap awal.
Harga bahan baku di Thailand cenderung melemah tipis, dengan lateks di kisaran 78 baht/kg dan cup lump sekitar 60–62 baht/kg. Di sisi lain, kondisi cuaca masih menjadi faktor penting. Wilayah Yunnan dilaporkan masih mengalami kekeringan yang menahan peningkatan produksi, meskipun curah hujan mulai membaik.
Pasar juga mulai mencermati potensi fenomena El Niño pada kuartal III yang dapat mempengaruhi produksi global, namun dampaknya saat ini masih terbatas.
Pengaruh Harga Minyak dan Sentimen Makro
Pergerakan harga minyak mentah yang cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor penahan kenaikan harga karet. Penurunan harga minyak berpotensi menekan harga karet sintetis, sehingga mengurangi daya tarik substitusi terhadap karet alam.
Sebelumnya, penguatan minyak sempat mendorong sentimen positif di pasar komoditas, namun saat ini pasar memasuki fase konsolidasi sambil menunggu arah lanjutan dari faktor makro global.
Prospek Jangka Pendek: Penguatan Terbatas, Termasuk TSR20
Secara teknikal, penembusan level 17.000 yuan/ton pada SHFE memberikan sinyal penguatan jangka pendek dengan support di kisaran 16.900–17.000 yuan/ton. Namun, dari sisi fundamental, kenaikan ini dinilai belum cukup kuat untuk menopang reli lanjutan.
Untuk TSR20 di SGX, tren April menunjukkan pola kenaikan bertahap namun tidak konsisten. Harga sempat naik dari 198,8 (1 April) ke 206,7 (21 April), tetapi diselingi beberapa kali koreksi, mencerminkan pasar yang masih berimbang antara sentimen bullish dan tekanan fundamental. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kecenderungan naik, pasar belum memiliki dorongan kuat untuk reli tajam.
Ke depan, harga TSR20 diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas, dengan kecenderungan sideways to slightly bullish, selama tidak ada gangguan signifikan pada pasokan atau lonjakan permintaan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga karet hari ini diperkirakan menguat terbatas dengan volatilitas tinggi. Pelaku pasar disarankan untuk tidak melakukan aksi beli agresif di level tinggi, serta tetap mencermati perkembangan cuaca di negara produsen utama, dinamika stok di China, dan arah harga minyak mentah sebagai faktor eksternal utama.