Harga Karet Global Bertahan Bullish, SICOM TSR20 Masih Kokoh di Atas 220 US Cent/Kg
Harga Karet Global Bertahan Bullish, SICOM TSR20 Masih Kokoh di Atas 220 US Cent/Kg
Medan, 11 Mei 2026 – Pergerakan harga karet alam global masih menunjukkan tren positif pada awal pekan ini. Berdasarkan pemantauan pasar pagi ini pukul 7.00 WIB, kontrak aktif SICOM TSR20 di bursa Singapore Exchange (SGX) untuk pengiriman Juni 2026 tercatat berada di level 221,3 US cent/kg, menguat tipis +4,3 cent dibanding perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kontrak karet alam jenis RSS3 di bursa Shanghai Futures Exchange (SHFE) untuk kontrak paling aktif September 2026 berada di level 17.860 yuan/ton, turun 125 yuan. Pergerakan mixed antara pasar SICOM dan SHFE menunjukkan pelaku pasar masih melakukan penyesuaian posisi setelah reli harga yang cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam sepekan terakhir, harga karet global bergerak cukup agresif dan sempat menembus level tertinggi baru:
04 Mei 2026 : 217,2
05 Mei 2026 : 217,8
06 Mei 2026 : 219,6
07 Mei 2026 : 222,6
08 Mei 2026 : 220,9
11 Mei 2026 (pagi) : 221,2
Kenaikan menuju level 222,6 US cent/kg pada 7 Mei menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Meski sempat mengalami koreksi tipis, harga masih bertahan kuat di atas area psikologis 220 US cent/kg, menandakan sentimen bullish masih cukup dominan di pasar.
Jika dibandingkan dengan posisi awal Maret 2026 yang berada di level 203,3 US cent/kg, maka harga kini telah mengalami kenaikan sekitar 8,8 persen. Bahkan dari titik terendah 189,3 US cent/kg pada 20 Maret 2026, harga melonjak lebih dari 16 persen.
Analisis Teknikal: Uptrend Masih Terjaga
Dari sisi teknikal, pola pergerakan harga masih membentuk struktur higher high dan higher low, yang umumnya menjadi indikasi tren naik masih berlangsung.
Area 216–218 US cent/kg kini berubah menjadi support penting setelah sebelumnya menjadi resistance pada akhir April. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.
Sementara itu, level 222–223 US cent/kg menjadi resistance jangka pendek yang sedang diuji pasar. Jika mampu ditembus secara konsisten, maka harga berpotensi bergerak menuju kisaran 225–230 US cent/kg dalam jangka pendek.
Di sisi lain, pelemahan pada kontrak RSS3 SHFE mengindikasikan pasar China masih cenderung berhati-hati setelah reli harga yang cukup cepat selama April hingga awal Mei.
Analisis Fundamental: Pasokan ASEAN dan Konsumsi China Masih Jadi Faktor Utama
Pasokan ASEAN Belum Sepenuhnya Longgar
Pasokan karet alam dari negara produsen utama Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam masih dinilai belum sepenuhnya pulih optimal. Faktor cuaca, transisi musim gugur daun, serta efisiensi produksi kebun masih mempengaruhi volume pasokan global.
Kondisi ini membuat pasar belum melihat adanya surplus besar yang dapat menekan harga secara signifikan.
Selain itu, sebagian pelaku industri juga masih menghadapi tekanan biaya operasional, termasuk biaya energi, logistik, dan tenaga kerja yang relatif lebih tinggi dibanding periode sebelum pandemi.
Konsumsi China Tetap Menjadi Penopang Pasar
China sebagai konsumen karet terbesar dunia masih menjadi faktor utama penopang harga global. Aktivitas sektor manufaktur dan industri otomotif China yang relatif stabil masih menopang permintaan bahan baku ban dan produk berbasis karet.
Walaupun terdapat indikasi sebagian industri masih melakukan penyesuaian produksi akibat tekanan biaya dan kondisi ekspor global, konsumsi domestik China sejauh ini masih cukup kuat untuk menjaga keseimbangan pasar.
Penurunan kontrak RSS3 SHFE pagi ini lebih banyak dipandang sebagai aksi profit taking dan penyesuaian teknikal dibanding perubahan fundamental besar.
Faktor Energi dan Geopolitik Masih Berpengaruh
Krisis energi global memang tidak lagi menjadi faktor dominan seperti pada periode 2022–2024. Namun harga minyak dunia masih memiliki hubungan tidak langsung dengan pasar karet alam.
Ketika harga minyak relatif tinggi, biaya produksi karet sintetis ikut meningkat sehingga penggunaan karet alam menjadi lebih kompetitif. Kondisi ini turut menopang harga karet alam global.
Selain itu, dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di beberapa kawasan strategis dunia dan ketidakpastian perdagangan internasional, masih mempengaruhi sentimen pasar komoditas secara umum. Meski demikian, saat ini pasar karet lebih banyak bergerak dipengaruhi keseimbangan supply-demand dibanding faktor geopolitik semata.
Outlook Pasar
Secara umum, pasar karet alam global masih berada dalam fase bullish moderat. Selama permintaan China tetap stabil dan pasokan ASEAN belum mengalami surplus besar, harga diperkirakan masih berpotensi bertahan di level tinggi.
Pelaku pasar kini akan mencermati:
perkembangan ekonomi dan industri manufaktur China,
pergerakan harga minyak dunia,
kondisi cuaca di negara produsen utama,
serta perkembangan produksi memasuki musim sadap pertengahan tahun.
Apabila support 220 US cent/kg tetap terjaga, maka peluang penguatan lanjutan menuju area 225 US cent/kg masih terbuka dalam beberapa pekan ke depan.