|  
The EUDR has been postponed for the second time and will now take effect on 30 December 2026 for large enterprises (as operators) and 30 June 2027 for small businesses (SMEs).
News Icon

LATEST NEWS

Harga Karet Dunia Bergejolak, Pasar Dibayangi Risiko Koreksi di Tengah Dukungan Cuaca dan EUDR

Harga Karet Dunia Bergejolak, Pasar Dibayangi Risiko Koreksi di Tengah Dukungan Cuaca dan EUDR

Medan, 19 Mei 2026 — Pergerakan harga karet alam global memasuki fase yang semakin dinamis pada pertengahan Mei 2026. Di satu sisi, pasar masih memperoleh dukungan dari faktor cuaca di Asia Tenggara yang mengganggu produksi lateks. Namun di sisi lain, tingginya persediaan, lemahnya permintaan hilir, hingga mulai turunnya harga bahan baku di Thailand memunculkan risiko koreksi harga dalam jangka pendek.

Pemantauan pasar pada Selasa pagi pukul 7.00 WIB menunjukkan kontrak SICOM TSR20 di SGX untuk pengiriman Juni berada di level 222,4 sen AS/kg atau turun tipis 0,3 sen. Sementara itu, kontrak RSS3 paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) untuk September tercatat di level 17.685 yuan/ton, naik sekitar 70 yuan dibanding sesi sebelumnya. Data tersebut menunjukkan pasar masih bergerak fluktuatif dengan volatilitas tinggi.

Cuaca Asia Tenggara Masih Menjadi Penopang Harga

Kondisi pasar saat ini memperlihatkan tarik-menarik antara sentimen bullish dari sisi pasokan dan sentimen bearish dari sisi permintaan. Di kawasan Asia Tenggara, terutama Thailand sebagai produsen utama dunia, musim hujan masih berlangsung dan menghambat aktivitas penyadapan. Harga cup lump Thailand sebelumnya sempat bertahan di level tinggi sekitar 86 baht/kg sehingga menopang harga bahan baku regional.

Namun perkembangan terbaru menunjukkan mulai terjadi pelemahan harga bahan baku di Thailand. Harga smoked sheet turun menjadi 87,50 baht/kg, harga lateks menjadi 84,00 baht/kg, sedangkan cup lump turun ke sekitar 71,31 baht/kg. Penurunan ini dipandang dapat mengurangi biaya impor bahan baku dan memberikan tekanan terhadap harga karet di pasar spot maupun futures.

Pelaku pasar menilai bahwa pelemahan harga bahan baku Thailand menjadi indikator bahwa reli harga sebelumnya mulai kehilangan momentum. Apalagi pada perdagangan SHFE sebelumnya, kontrak NR2609 sempat mengalami penurunan cukup tajam disertai aksi pengurangan posisi terbuka oleh investor.

Meski demikian, penurunan harga diperkirakan masih akan tertahan oleh kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kondusif di kawasan produsen utama. Curah hujan yang tinggi di Thailand Selatan dan beberapa wilayah penghasil lainnya masih berpotensi mengganggu produksi dan distribusi bahan baku dalam jangka pendek.

Permintaan Industri Ban Masih Lemah

Dari sisi permintaan, pasar masih menghadapi tantangan cukup besar. Tingkat operasional industri ban di Tiongkok memang menunjukkan sedikit pemulihan, tetapi belum kembali ke level ideal pasca libur panjang. Data terbaru memperlihatkan tingkat operasi ban truk dan bus berada di kisaran 67,82 persen, sedangkan ban penumpang sekitar 75,07 persen.

Persediaan ban jadi juga terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan penyerapan pasar otomotif masih belum kuat. Lemahnya penjualan kendaraan di beberapa negara besar ikut menahan laju permintaan karet alam global.

Tekanan lain datang dari tingginya stok karet di pelabuhan Qingdao, Tiongkok. Total persediaan karet alam dilaporkan mencapai sekitar 718.700 ton hingga awal Mei, meningkat dibanding pekan sebelumnya. Laju pengurangan stok yang lambat menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang kenaikan harga.

Harga Tahun Berjalan Masih Menunjukkan Tren Positif

Meski pasar sedang dibayangi potensi koreksi, secara tren tahunan harga TSR20 masih menunjukkan penguatan signifikan dibanding awal tahun. Data pasar memperlihatkan harga SICOM TSR20 yang pada awal Januari 2026 masih berada di kisaran 181,7 sen AS/kg kini telah bergerak di atas 220 sen AS/kg.

Bahkan pada 13 Mei lalu harga sempat melonjak hingga 231,6 sen AS/kg sebelum kembali terkoreksi. Kenaikan harga sepanjang tahun ini dipengaruhi kombinasi faktor pasokan ketat, kekhawatiran cuaca ekstrem, serta meningkatnya perhatian global terhadap rantai pasok berkelanjutan.

EUDR dan Sertifikasi Mulai Mengubah Peta Industri

Isu keberlanjutan kini menjadi salah satu faktor penting yang mulai memengaruhi arah industri karet dunia. Sejumlah perusahaan internasional dan pembeli dari Amerika Serikat maupun Eropa mulai memperketat standar pembelian, terutama terkait keterlacakan bahan baku dan sertifikasi lingkungan.

Vietnam misalnya, kini didorong untuk mempercepat transformasi industri karetnya agar mampu memenuhi standar global seperti Forest Stewardship Council (FSC). Sejumlah perusahaan global dilaporkan bersedia membayar premium 10–15 persen lebih tinggi untuk karet bersertifikasi dan memiliki sistem traceability yang baik.

Tekanan serupa juga mulai dirasakan negara-negara produsen lain, termasuk Indonesia, seiring implementasi regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan memperketat akses produk berbasis komoditas ke pasar Uni Eropa.

Pelaku industri menilai bahwa ke depan harga karet tidak lagi hanya dipengaruhi faktor fundamental tradisional seperti produksi dan konsumsi, tetapi juga faktor keberlanjutan, keterlacakan rantai pasok, serta kepatuhan lingkungan.

Investor Diminta Waspadai Risiko Koreksi

Dalam jangka pendek, analis memperkirakan pasar karet masih akan bergerak dalam pola sideways dengan kecenderungan volatil. Risiko koreksi tetap terbuka apabila permintaan industri hilir belum membaik dan stok global terus meningkat.

Namun di sisi lain, gangguan cuaca dan potensi pengetatan pasokan masih dapat menjadi penahan penurunan harga. Pasar kini menunggu arah baru dari kombinasi faktor cuaca Asia Tenggara, perkembangan ekonomi global, dinamika industri otomotif Tiongkok, serta implementasi regulasi keberlanjutan dunia yang semakin agresif.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI