|  
The EUDR has been postponed for the second time and will now take effect on 30 December 2026 for large enterprises (as operators) and 30 June 2027 for small businesses (SMEs).
News Icon

LATEST NEWS

Harga Karet Dunia Stabil di Area 221, Pasar Mulai Konsolidasi Setelah Volatilitas Tinggi

Harga Karet Dunia Stabil di Area 221, Pasar Mulai Konsolidasi Setelah Volatilitas Tinggi

Medan, 28 Mei 2026 — Pergerakan pasar karet global pada perdagangan pagi ini mulai menunjukkan stabilisasi setelah sempat mengalami volatilitas tajam pada awal sesi. Harga karet pagi ini yang dipantau pada pukul 07.54 WIB menunjukkan kontrak SICOM-TSR20 SGX Juni berada di level 221,8 sen AS/kg atau hanya turun tipis 0,3 poin. Sementara kontrak bulan berikutnya masih bergerak lebih kuat, yakni Juli di level 221,6 atau naik 1,9 poin dan Agustus 220,8 atau naik 2,1 poin.

Perubahan ini menunjukkan tekanan jual di pasar mulai mereda dan pasar kembali memasuki fase konsolidasi sehat di area 221. Setelah kontrak Juni sebelumnya sempat bergerak liar akibat tekanan teknikal dan likuiditas tipis, harga kini kembali stabil mendekati level penutupan sebelumnya.

Kondisi kontrak Juli dan Agustus yang masih menguat memperlihatkan pelaku pasar tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap fundamental karet alam global dalam jangka menengah.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar belum kehilangan sentimen positif utamanya. Kekhawatiran terhadap ketatnya pasokan global, rendahnya stok di pusat distribusi utama, serta risiko cuaca di Asia Tenggara masih menjadi faktor penopang utama harga karet dunia.

Volatilitas Ekstrem Dipicu Likuiditas Kontrak yang Tipis

Pasar juga mencermati kondisi perdagangan kontrak Juni yang mulai sangat tipis likuiditasnya menjelang masa jatuh tempo.

Data perdagangan menunjukkan harga sempat bergerak ekstrem dari level terendah 201,5 hingga kembali melonjak ke area 221 dalam waktu singkat. Namun lonjakan tersebut terjadi di tengah volume transaksi yang sangat kecil.

Volume perdagangan tercatat hanya sekitar 32 lot, sementara open interest turun tajam menjadi sekitar 466 lot atau berkurang sekitar 412 lot. Kondisi ini menunjukkan banyak pelaku pasar mulai keluar dari kontrak Juni dan berpindah ke kontrak bulan berikutnya yang lebih aktif diperdagangkan.

Situasi tersebut membuat harga sangat sensitif terhadap transaksi kecil sehingga mudah mengalami lonjakan maupun penurunan tajam dalam waktu singkat.

Spread bid dan offer juga terlihat cukup lebar, menandakan pasar berada dalam kondisi tipis transaksi. Pelaku pasar menilai volatilitas pagi ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dan perpindahan posisi menjelang jatuh tempo kontrak dibanding perubahan fundamental besar.

Karena itu, pergerakan ekstrem yang sempat muncul belum dianggap mencerminkan perubahan arah tren utama pasar karet global.

Tren Besar Tahun Ini Masih Bullish

Data harga sepanjang tahun berjalan menunjukkan tren kenaikan SICOM TSR20 masih sangat dominan. Pada awal Januari 2026 harga masih berada di level 181,7 sen/kg, kemudian terus naik hingga sempat menyentuh 231,6 pada pertengahan Mei sebelum bergerak konsolidatif di area 220-an.

Dengan demikian, koreksi dan volatilitas yang terjadi beberapa hari terakhir sejauh ini masih dianggap sebagai bagian dari konsolidasi sehat dalam tren naik jangka menengah.

Pasar Masih Ditopang Fundamental Bullish

Secara fundamental, pasar karet global masih mendapat dukungan kuat dari sisi pasokan.

Harga bahan baku di Thailand masih bertahan tinggi. Harga lateks dan cup lump tetap kuat sehingga menunjukkan pasokan fisik belum benar-benar longgar. Laporan Huatai Futures menegaskan bahwa tingginya harga bahan baku Thailand membuat pasar tetap sensitif terhadap perubahan cuaca dan gangguan produksi.

Data dari China menunjukkan ekspor karet alam Thailand periode Januari-April 2026 turun 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Bahkan ekspor ke China turun 29 persen. Penurunan ini menjadi salah satu faktor utama yang menjaga harga global tetap tinggi.

Selain itu, ANRPC memperkirakan konsumsi global karet alam tahun 2026 mencapai sekitar 15,6 juta ton, sementara produksi diperkirakan hanya sekitar 15,32 juta ton. Artinya, pasar global masih mengalami defisit suplai.

Kondisi ini diperkuat oleh kekhawatiran terhadap ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu produksi Asia Tenggara pada semester kedua tahun ini. Risiko cuaca panas dan kekeringan masih menjadi perhatian besar pelaku pasar internasional.

Industri Ban Mulai Menjadi Faktor Penahan

Meski pasokan global ketat, pasar juga mulai memperhatikan perlambatan di sektor hilir, terutama industri ban.

Laporan terbaru dari China menunjukkan stok ban terus meningkat sejak April 2026. Pabrik ban kini menghadapi situasi sulit karena harga bahan baku naik, tetapi penjualan ban melambat.

Persediaan ban truk maupun ban mobil penumpang meningkat cukup tajam. Kondisi tersebut menunjukkan distribusi pasar tidak secepat produksi.

Ekspor ban China Januari-April memang masih tumbuh sekitar 5,8 persen secara volume, tetapi nilai ekspornya turun tipis. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan harga dan margin pada industri hilir.

Akibatnya, sebagian pelaku pasar mulai berhati-hati bahwa reli besar karet kemungkinan akan bergerak lebih lambat dibanding kuartal pertama tahun ini.

Analisis Teknikal: Area 220 Kini Menjadi Support Penting

Secara teknikal, stabilisasi harga di area 221 memperlihatkan support pasar di kisaran 220 masih cukup kuat.

Koreksi tajam sebelumnya gagal membawa harga turun lebih dalam, sehingga pasar kembali membangun keseimbangan baru. Area 220 kini menjadi pijakan penting untuk menjaga momentum bullish jangka menengah.

Untuk sisa perdagangan minggu ini, pasar diperkirakan akan menguji beberapa level penting.

Skenario Bullish

Jika pasar kembali mendapat dukungan dari:

  • penguatan SHFE,

  • kenaikan harga minyak dunia,

  • cuaca buruk Thailand,

  • dan berlanjutnya penurunan stok Qingdao,

maka SICOM TSR20 berpotensi kembali menguji:

  • 223,

  • 225,

  • hingga area 228–230.

Apabila area 230 berhasil ditembus, maka pasar dapat membuka peluang menuju area psikologis 235.

Skenario Bearish

Namun bila aksi ambil untung kembali meningkat dan pasar semakin fokus pada lemahnya industri ban global, maka:

  • support 220,

  • lalu 218,
    akan menjadi area pertahanan utama.

Jika support tersebut pecah, pasar berpotensi kembali menguji:

  • 215,

  • 212,

  • hingga 210 pada perdagangan jangka pendek.

Meski demikian, selama area 220 masih mampu dipertahankan, struktur bullish jangka menengah dinilai masih aman.

Kenapa Kontrak Juli dan Agustus Masih Lebih Tinggi?

Kondisi kontrak Juli dan Agustus yang tetap lebih tinggi dibanding kontrak Juni menunjukkan pasar belum sepenuhnya bearish.

Pelaku pasar masih mempertimbangkan beberapa risiko utama:

  • ancaman El Nino,

  • lambatnya pemulihan produksi,

  • rendahnya stok global,

  • serta tingginya harga bahan baku Thailand.

Karena itu, pergerakan kontrak Juni saat ini lebih banyak dipandang sebagai penyesuaian teknikal dan reposisi dana jangka pendek dibanding perubahan fundamental besar.

Outlook: Pasar Masih Bullish, Tapi Volatilitas Tetap Tinggi

Secara keseluruhan, pasar karet alam global masih berada dalam tren naik dibanding awal tahun. Namun setelah reli panjang sejak Januari, volatilitas pasar kini meningkat cukup tinggi.

Pelaku pasar akan sangat fokus pada:

  • arah SHFE,

  • perubahan stok Qingdao,

  • cuaca Thailand,

  • perkembangan El Nino,

  • harga minyak dunia,

  • serta data permintaan industri ban global.

Selama defisit suplai global belum berubah signifikan, tren besar karet alam masih cenderung bullish. Namun pasar kini memasuki fase yang lebih sensitif terhadap sentimen jangka pendek dan aksi profit taking.


◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI