SICOM-TSR20 Pulih dari Tekanan Jual, Peluang Uji 230–240 Cents Masih Terbuka Pekan Ini
Medan, 9 Juni 2026 — Pasar karet internasional mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah mengalami tekanan jual tajam pada perdagangan sebelumnya. Harga SICOM-TSR20 di Bursa Singapura (SGX) pada pemantauan Selasa pagi pukul 07.15 WIB tercatat naik ke level 225,5 cents/kg atau menguat 0,4 cents dibanding penutupan sebelumnya.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi setelah koreksi cukup dalam pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026, ketika harga SICOM-TSR20 turun ke 225,1 cents/kg. Koreksi itu sekaligus menghentikan reli yang sebelumnya sempat membawa harga mencapai area tertinggi tahunan di kisaran 234–235 cents/kg pada awal Juni.
Di pasar Tiongkok, sentimen juga mulai membaik. Kontrak aktif RSS3 September di SHFE pagi ini naik 225 yuan menjadi 17.625 yuan per ton. Penguatan ini menunjukkan tekanan jual mulai mereda dan pasar perlahan mencoba membangun momentum rebound baru.
Tekanan Jual Dipicu Kombinasi Faktor Teknikal dan Fundamental
Anjloknya harga SICOM-TSR20 pada perdagangan sebelumnya dipicu kombinasi faktor teknikal dan fundamental global.
Dari sisi teknikal, pasar mengalami aksi ambil untung besar setelah reli panjang sejak awal Mei. Dalam satu bulan terakhir, harga SICOM-TSR20 bergerak naik dari kisaran 217 cents menuju area 234–235 cents tanpa koreksi besar yang berarti. Kondisi tersebut membuat pasar berada dalam posisi jenuh beli (overbought).
Di Tiongkok, kontrak utama Shanghai Rubber juga gagal menembus resistance kuat di area 18.440 yuan/ton dan membentuk pola “double top”. Setelah gagal breakout, tekanan jual meningkat cepat sehingga memicu koreksi lanjutan hingga mendekati 17.500 yuan/ton.
Selain faktor teknikal, pasar juga dibebani sentimen fundamental jangka pendek berupa meningkatnya produksi musiman di Asia Tenggara. Memasuki Juni, Thailand, Vietnam, dan sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki periode produksi yang lebih aktif sehingga pasokan bahan baku meningkat bertahap.
Di sisi lain, permintaan industri ban di Tiongkok masih berada dalam fase musiman yang relatif lemah. Aktivitas pabrik ban mulai melambat, stok barang jadi meningkat, dan trader cenderung melakukan pembelian seperlunya tanpa aksi restocking besar.
Sentimen kehati-hatian terhadap kondisi ekonomi global juga membuat sebagian dana spekulatif keluar sementara dari pasar komoditas, termasuk karet alam.
Harga Bahan Baku Thailand Mulai Menguat Lagi
Meski pasar futures sempat terkoreksi, harga bahan baku di Thailand justru mulai bergerak naik. Pada 8 Juni 2026, harga RSS Thailand naik menjadi 95 THB/kg, field latex naik ke 87 THB/kg, sedangkan cup lump meningkat menjadi 75,15 THB/kg.
Kenaikan harga bahan baku tersebut memberikan dukungan biaya produksi terhadap pasar karet alam global dan menjadi salah satu faktor yang membantu rebound harga futures pagi ini.
Pelaku pasar menilai kenaikan bahan baku Thailand menjadi sinyal penting bahwa tekanan turun kemungkinan mulai terbatas, terutama jika pasokan lapangan tidak meningkat terlalu agresif dalam beberapa minggu ke depan.
Struktur Pasar Masih Didominasi “Weak Reality, Strong Expectation”
Sejumlah analis menyebut struktur pasar karet saat ini masih berada dalam pola “weak reality, strong expectation”, yaitu kondisi jangka pendek yang lemah tetapi dengan ekspektasi menengah yang masih cukup kuat.
Secara fundamental, pasar memang sedang menghadapi tambahan pasokan musiman dan lemahnya permintaan jangka pendek. Namun di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi gangguan cuaca pada semester kedua 2026 masih menjaga sentimen bullish jangka menengah.
Risiko El Niño, ketidakstabilan curah hujan, serta ancaman penyakit tanaman di beberapa wilayah Asia Tenggara masih menjadi perhatian pasar global.
Selain itu, biaya produksi bahan baku yang tetap tinggi dinilai menjadi penyangga alami agar harga tidak jatuh terlalu dalam.
Peluang Uji 230–240 Cents Masih Terbuka
Secara teknikal, area 223–225 cents kini menjadi zona support penting bagi SICOM-TSR20. Selama area tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound lanjutan masih cukup terbuka.
Analis memperkirakan pasar berpotensi kembali menguji beberapa level penting dalam pekan ini, yakni:
230 cents sebagai resistance awal;
234–235 cents sebagai resistance menengah;
serta 238–240 cents apabila momentum beli kembali menguat dan didukung kenaikan SHFE maupun harga bahan baku Thailand.
Namun bila support 223 cents gagal bertahan, pasar berpotensi kembali bergerak melemah menuju area 220–221 cents sebelum mencari keseimbangan baru.
Secara umum, pola besar pasar masih menunjukkan fase bullish consolidation atau konsolidasi naik. Koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak dipandang sebagai pelepasan jenuh beli dibanding perubahan tren utama menjadi bearish.
Pasar Menunggu Cuaca dan Permintaan Tiongkok
Pergerakan pasar karet dunia dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan cuaca di Asia Tenggara dan kondisi permintaan industri ban Tiongkok.
Jika harga bahan baku terus menguat dan data persediaan global mulai menurun, maka peluang SICOM-TSR20 kembali menuju area 235–240 cents masih terbuka.
Sebaliknya, apabila produksi Asia Tenggara meningkat lebih cepat dari perkiraan sementara permintaan tetap lemah, pasar kemungkinan bergerak konsolidatif dalam rentang 220–235 cents hingga muncul katalis baru yang lebih kuat.