SICOM-TSR20 Masih Bergejolak! Setelah Sempat Rebound, Harga Kembali Tertekan Pagi Ini; Pasar Kini Uji Area Kritis 220 Cents
Medan, 10 Juni 2026 — Pasar karet global masih bergerak sangat volatil. Setelah sempat menunjukkan pemulihan pada perdagangan Selasa (9/6/2026), kontrak karet remah SICOM-TSR20 di bursa Singapura kembali melemah pada sesi pagi Rabu, memunculkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar: apakah koreksi saat ini hanya sementara atau justru awal pelemahan yang lebih dalam?
Harga karet yang dipantau pada pagi ini pukul 07.30 WIB menunjukkan kontrak Juli SICOM-TSR20 di SGX berada di level 224,3 cents/kg atau turun 1,6 cents. Sementara kontrak RSS3 (RU) paling aktif September di SHFE berada di level 17.475 yuan/ton atau turun 105 yuan.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase tarik-menarik kuat antara sentimen bullish akibat ketatnya pasokan global dengan tekanan bearish dari meningkatnya ekspektasi produksi baru dan lemahnya permintaan industri ban.
Reli Besar Mulai Kehilangan Momentum
Sepanjang tahun berjalan, SICOM-TSR20 sebenarnya masih mencatat tren kenaikan sangat kuat. Harga telah melonjak dari 181,7 cents/kg pada awal Januari hingga sempat menyentuh 234,5 cents/kg pada 2 Juni 2026, yang menjadi level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Namun setelah reli panjang tersebut, pasar mulai mengalami koreksi teknikal cukup tajam. Dalam beberapa sesi terakhir, tekanan jual meningkat seiring aksi ambil untung investor dan munculnya ekspektasi tambahan pasokan dari negara produsen utama seperti Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Pantai Gading yang mulai memasuki musim sadap aktif.
Informasi dari pasar global menunjukkan suplai karet alam dunia diperkirakan mulai meningkat seiring bertambahnya aktivitas penyadapan di Asia dan Afrika Barat. Meski demikian, cuaca panas dan kondisi kering masih membuat produktivitas kebun belum sepenuhnya pulih sehingga pasar belum melihat ancaman surplus besar dalam waktu dekat.
Kenapa SICOM Turun Lagi Pagi Ini?
Tekanan pada sesi pagi ini dipengaruhi kombinasi faktor teknikal dan fundamental.
Dari sisi teknikal, pasar masih berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya mencetak level tertinggi multi-tahun. Banyak pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan jangka pendek sehingga tekanan jual masih mendominasi.
Selain itu, kontrak karet sintetis di Shanghai kembali mengalami pelemahan tajam. Harga butadiene rubber sempat turun lebih dari 3% akibat melemahnya harga bahan baku butadiena dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan permintaan industri ban.
Tekanan tambahan datang dari sektor hilir. Data terbaru menunjukkan utilisasi pabrik ban semi-baja di China turun menjadi 70,43%, sementara persediaan barang jadi mulai meningkat. Permintaan ekspor juga belum pulih optimal akibat tekanan ekonomi global, isu antidumping Uni Eropa, dan melambatnya konsumsi.
Di sisi lain, pasar minyak dunia juga terkoreksi setelah ketegangan Iran-Israel sedikit mereda. Pelemahan minyak biasanya ikut mengurangi sentimen bullish pada kelompok komoditas industri termasuk karet sintetis.
Fundamental Masih Menahan Kejatuhan Lebih Dalam
Meski sedang terkoreksi, pasar karet alam sejauh ini masih ditopang sejumlah faktor fundamental penting.
Pasokan bahan baku di beberapa negara produsen belum benar-benar longgar. Curah hujan tidak merata dan suhu tinggi masih mengganggu ritme sadap di sebagian wilayah Asia Tenggara. Selain itu, stok di beberapa gudang utama Asia masih relatif rendah dibanding rata-rata historis.
Pasar Jepang dan Singapura bahkan sebelumnya sempat mencatat level tertinggi multi-tahun akibat aksi short covering dan kekhawatiran gangguan pasokan global.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa secara jangka menengah pasar sebenarnya masih memiliki fondasi bullish yang cukup kuat.
Pasar Akan Test Level Berapa Minggu Ini?
Secara teknikal, area 223–224 cents kini menjadi support terdekat yang sedang diuji pasar. Jika area ini gagal dipertahankan, maka pasar berpotensi turun menguji support psikologis berikutnya di 220 cents.
Bila tekanan jual masih berlanjut dan 220 cents ditembus, maka pasar berpeluang bergerak menuju area 215–218 cents sebagai support menengah.
Namun jika tekanan mulai mereda dan pembeli kembali aktif, maka rebound menuju 228–230 cents masih sangat terbuka. Area tersebut menjadi resistance penting pekan ini.
Bahkan bila sentimen pasokan ketat kembali mendominasi, pasar masih memiliki peluang untuk kembali menguji area 234–240 cents dalam beberapa pekan ke depan.
Secara umum, banyak analis masih melihat tren menengah pasar karet tetap cenderung bullish, meski volatilitas jangka pendek diperkirakan tetap tinggi.
Pasar Masuk Fase “Observation Mode”
Saat ini pasar terlihat memasuki fase observasi setelah reli besar beberapa bulan terakhir. Investor sedang menilai apakah peningkatan produksi Asia Tenggara benar-benar cukup untuk meredakan ketatnya pasokan global.
Sementara itu, permintaan industri ban yang melambat menjadi faktor penting yang terus membatasi ruang kenaikan harga dalam jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, perdagangan SICOM-TSR20 pekan ini diperkirakan masih bergerak dalam rentang lebar dengan kecenderungan sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, data produksi, pergerakan minyak dunia, serta dinamika geopolitik global.