SICOM-TSR20 Bertahan di Atas 230 Sen, Pasar Bidik Uji 235-240 Sen di Tengah Tarik Menarik Pasokan dan Sentimen Makro
Medan, 17 Juni 2026 – Pasar karet alam global kembali menunjukkan ketahanan yang kuat setelah kontrak SICOM-TSR20 Juli 2026 berhasil mempertahankan posisi di atas level psikologis 230 sen AS per kilogram. Setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya di 231,6 sen/kg, kontrak Juli pada pemantauan pukul 07.45 WIB bergerak di 231,5 sen/kg atau hanya turun tipis 0,1 sen.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul pada sesi pagi relatif terbatas dan lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dibanding perubahan mendasar pada fundamental pasar karet alam dunia.
Di saat yang sama, kontrak RSS3 paling aktif di SHFE untuk pengiriman September tercatat naik 240 yuan menjadi 18.080 yuan per ton. Kenaikan pasar Shanghai tersebut menjadi sinyal bahwa sentimen terhadap karet alam secara umum masih cenderung positif meskipun pasar menghadapi peningkatan pasokan musiman dari negara-negara produsen utama.
Koreksi Pagi Dipicu Aksi Ambil Untung Setelah Reli Tajam
Koreksi yang terjadi pada sesi pagi perdagangan 17 Juni dinilai sebagai reaksi normal setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir.
Dalam enam hari perdagangan terakhir, SICOM-TSR20 berhasil naik dari posisi terendah 222,6 sen pada 10 Juni menjadi 231,6 sen pada 16 Juni. Kenaikan hampir 9 sen dalam waktu singkat mendorong sebagian pelaku pasar melakukan aksi profit taking ketika harga kembali memasuki area resistance penting.
Selain faktor teknikal, sentimen eksternal juga ikut mempengaruhi pergerakan pagi hari.
Pasar komoditas secara umum masih merespons pelemahan harga energi dunia setelah meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Berbagai laporan pasar menunjukkan bahwa kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk berkurang setelah meningkatnya harapan penyelesaian diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mendorong koreksi harga minyak mentah dan mengurangi sebagian premi risiko pada pasar komoditas.
Namun berbeda dengan komoditas energi dan petrokimia, karet alam masih mendapat dukungan dari kondisi fundamental yang relatif lebih sehat sehingga tekanan jual tidak berkembang menjadi koreksi yang dalam.
Karet Sintetis Melemah, Tetapi Belum Menggeser Dominasi Karet Alam
Perhatian pasar juga tertuju pada penurunan harga karet sintetis jenis SBR dan BR di Tiongkok.
Sejak awal Mei hingga pertengahan Juni, harga SBR dan BR dilaporkan turun sekitar 17 persen akibat pelemahan harga butadiena, meningkatnya pasokan, serta berkurangnya dukungan sentimen makro global.
Kondisi tersebut membuat selisih harga antara karet alam dan karet sintetis melebar hingga mendekati 4.000 yuan per ton.
Dalam teori industri ban, pelebaran selisih harga ini dapat mendorong produsen melakukan optimalisasi formulasi dengan meningkatkan penggunaan karet sintetis. Namun dampaknya terhadap permintaan karet alam diperkirakan masih terbatas karena sebagian besar ban radial, terutama segmen truk dan kendaraan komersial, tetap membutuhkan proporsi karet alam yang tinggi.
Karena itu, meskipun pasar sintetis melemah, tekanan terhadap harga TSR20 sejauh ini masih relatif kecil.
Stok Qingdao Turun, Menjadi Penyangga Utama Harga
Faktor yang paling banyak diperhatikan pelaku pasar saat ini adalah perkembangan persediaan di Qingdao, Tiongkok.
Data terbaru menunjukkan total stok karet alam di Qingdao turun menjadi sekitar 681.600 ton, berkurang lebih dari 15.000 ton dibanding pekan sebelumnya.
Penurunan stok tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi masih mampu menyerap pasokan yang masuk ke pasar.
Di sisi lain, meskipun musim sadap di Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia telah berlangsung normal, gangguan hujan pagi masih membatasi percepatan produksi di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut membuat pasar belum melihat adanya lonjakan pasokan yang cukup besar untuk menekan harga secara agresif.
Secara Teknikal, 230 Sen Menjadi Level Penting
Data harga sepanjang tahun menunjukkan bahwa tren utama SICOM-TSR20 masih berada dalam jalur kenaikan.
Harga yang berada di kisaran 181,7 sen pada awal Januari kini telah naik lebih dari 27 persen dan berhasil beberapa kali menguji area 230 sen.
Secara teknikal, level 230 sen kini berubah fungsi dari resistance menjadi support penting.
Apabila harga mampu bertahan di atas area tersebut hingga akhir pekan, maka peluang pengujian kembali puncak 2 Juni di 234,5 sen menjadi semakin besar.
Level yang saat ini menjadi perhatian pasar adalah:
Support pertama: 230 sen/kg
Support kedua: 228 sen/kg
Support kuat: 225 sen/kg
Sedangkan area resistance berada pada:
234,5 sen/kg
236 sen/kg
240 sen/kg
Pasar Berpeluang Menguji 235-240 Sen Pekan Ini
Berdasarkan kombinasi analisis teknikal dan fundamental, peluang pasar untuk menguji area 235-240 sen dalam pekan ini masih terbuka.
Dari sisi teknikal, rebound kuat dari area 222-225 sen menunjukkan munculnya minat beli yang cukup agresif setiap kali harga mengalami koreksi.
Dari sisi fundamental, tidak adanya lonjakan pasokan global, berlanjutnya penurunan stok Qingdao, serta masih tingginya harga bahan baku di tingkat produsen menjadi faktor yang menjaga struktur pasar tetap relatif ketat.
Selain itu, data utilisasi pabrik ban di Tiongkok masih berada pada level yang cukup baik, sementara penjualan kendaraan komersial dan aktivitas logistik menunjukkan tren perbaikan dibanding tahun sebelumnya.
Apabila resistance 234,5 sen berhasil ditembus, maka target berikutnya berpotensi bergerak menuju 238 sen hingga 240 sen per kilogram.
Sebaliknya, apabila terjadi kegagalan menembus area tersebut, pasar berpotensi kembali melakukan konsolidasi sehat di kisaran 228-232 sen sebelum menentukan arah berikutnya.
Outlook
Secara keseluruhan, pergerakan SICOM-TSR20 pada pagi 17 Juni menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi bullish. Koreksi tipis yang terjadi lebih banyak dipicu aksi ambil untung dan sentimen pelemahan komoditas energi dibanding perubahan fundamental pasar karet alam.
Selama harga mampu bertahan di atas level 230 sen dan stok di pusat perdagangan Asia terus menunjukkan tren penurunan, peluang pengujian kembali area 234,5 sen hingga 240 sen per kilogram dalam minggu ini masih cukup terbuka. Dengan kata lain, struktur pasar saat ini masih lebih mencerminkan tren naik yang sehat dibanding awal dari pembalikan arah turun.