Reli Belum Berakhir? SICOM-TSR20 Bertahan di Atas 228 Saat Pasar Menunggu Serangan ke Level 230
Medan, 18 Juni 2026 – Harga karet alam global masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat pada perdagangan Kamis pagi (18/6), meskipun sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang yang mendorong harga ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan pemantauan pukul 06.53 WIB, kontrak SICOM-TSR20 Juli 2026 di SGX tercatat berada pada level 228,7 sen AS/kg, naik tipis 0,5 sen dibandingkan penutupan sebelumnya di 228,2 sen AS/kg. Sementara itu, kontrak karet yang paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) yakni RU2609 berada di posisi 17.840 yuan/ton, turun 185 yuan atau sekitar 1,03%.
Pergerakan yang berlawanan antara pasar Singapura dan Shanghai tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif di pasar karet alam masih bertahan, namun pelaku pasar mulai lebih berhati-hati setelah kenaikan harga yang cukup tajam sejak awal tahun.
Data historis menunjukkan harga SICOM-TSR20 telah melonjak dari 181,7 sen AS/kg pada awal Januari 2026 menjadi 228,7 sen AS/kg pagi ini, atau meningkat hampir 26 persen sepanjang tahun berjalan. Kenaikan tersebut menjadikan karet alam sebagai salah satu komoditas perkebunan dengan performa terbaik pada semester pertama tahun ini.
Koreksi di Shanghai Dinilai Masih Wajar
Meski pasar Shanghai terkoreksi pada sesi pagi, pelemahan tersebut sejauh ini masih dipandang sebagai penyesuaian normal setelah reli yang cukup panjang. Sejak awal April, harga karet di SHFE telah naik dari kisaran 16.000 yuan/ton menjadi mendekati 18.500 yuan/ton sebelum akhirnya mengalami tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.
Aksi realisasi keuntungan menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar. Banyak investor memilih mengurangi posisi beli setelah harga mendekati area tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, pelaku pasar juga mulai mempertimbangkan masuknya kawasan Asia Tenggara ke musim produksi tradisional yang biasanya berlangsung pada pertengahan tahun.
Pada periode ini, produksi karet alam di Thailand, Vietnam, Malaysia, dan sebagian wilayah Indonesia umumnya mulai meningkat sehingga memunculkan ekspektasi pasokan yang lebih besar dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Cuaca Thailand Masih Menjadi Penopang
Di tengah kekhawatiran meningkatnya produksi musiman, pasar masih memperoleh dukungan dari faktor cuaca. Hujan yang berlanjut di wilayah Thailand Selatan masih menghambat aktivitas penyadapan sehingga pasokan bahan baku belum sepenuhnya pulih.
Harga cup lump Thailand masih bertahan di sekitar 73 baht/kg, yang mencerminkan kondisi pasokan bahan baku yang relatif ketat. Selain itu, data ANRPC menunjukkan produksi negara-negara anggota selama empat bulan pertama 2026 masih berada di bawah periode yang sama tahun lalu.
Ekspor Indonesia juga masih menunjukkan pelemahan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara sejumlah pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi kemunculan fenomena El Niño pada paruh kedua tahun ini yang dapat memengaruhi produksi di beberapa negara produsen utama.
Permintaan Tetap Memberikan Dukungan
Dari sisi konsumsi, pasar memperoleh sentimen positif dari sektor industri ban. Tingkat utilisasi pabrik ban truk di Tiongkok masih berada di kisaran 67 persen, sementara pabrik ban kendaraan penumpang berada di atas 71 persen.
Data penjualan truk berat Tiongkok juga masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, penjualan mencapai sekitar 544 ribu unit atau meningkat lebih dari 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, data bea cukai Tiongkok menunjukkan impor karet alam dan karet sintetis pada Mei 2026 turun 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan impor tersebut ikut membantu menjaga keseimbangan pasar di tengah meningkatnya produksi musiman.
Pasar Mulai Menguji Keseimbangan Baru
Memasuki paruh kedua Juni, pasar karet global mulai memasuki fase yang menarik. Di satu sisi, pasokan berpotensi meningkat seiring masuknya musim produksi. Namun di sisi lain, cuaca yang belum sepenuhnya mendukung, stok yang terus menyusut di sejumlah lokasi, serta permintaan industri ban yang masih relatif baik tetap menjadi faktor penahan tekanan harga.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kawasan 230 sen AS/kg, yang menjadi level psikologis penting setelah harga beberapa kali bergerak di sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir. Jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, ruang kenaikan menuju kisaran 233 sen AS/kg akan semakin terbuka. Bahkan, apabila sentimen positif terus menguat, pasar berpeluang kembali mendekati puncak tertinggi bulan Juni yang berada di sekitar 237,6 sen AS/kg.
Sebaliknya, apabila aksi ambil untung kembali mendominasi perdagangan, harga berpotensi bergerak lebih rendah ke kisaran 227 hingga 225 sen AS/kg. Namun sejauh ini area tersebut masih dipandang cukup kuat untuk menjaga stabilitas pasar karena berada di sekitar rata-rata harga perdagangan beberapa pekan terakhir.
Dengan demikian, arah pasar dalam beberapa hari ke depan akan sangat ditentukan oleh perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama serta kemampuan permintaan global untuk menyerap tambahan pasokan yang mulai muncul. Untuk sementara, meskipun terjadi koreksi di Shanghai, harga SICOM-TSR20 masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik dan peluang untuk kembali menguji level 230 sen AS/kg masih tetap terbuka.