|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Mulai Rebound! SICOM TSR20 Bangkit dari Level Terendah Dua Bulan, Akankah Mampu Kembali ke 215–220 Sen?

Harga Karet Mulai Rebound! SICOM TSR20 Bangkit dari Level Terendah Dua Bulan, Akankah Mampu Kembali ke 215–220 Sen?

Medan, 3 Juli 2026 – Pasar karet alam global mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa hari berada di bawah tekanan jual yang cukup besar. Pada perdagangan Jumat pagi hingga pukul 08.17 WIB, kontrak SICOM TSR20 Agustus di Singapore Exchange (SGX) tercatat berada di 210,8 sen AS/kg, naik 2,0 sen dibanding perdagangan sebelumnya. Di saat yang sama, kontrak RSS3 (RU) September di Shanghai Futures Exchange (SHFE) juga menguat 115 yuan ke level 16.755 yuan/ton.

Penguatan di dua bursa utama tersebut menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda setelah harga sempat jatuh mendekati level terendah dalam hampir dua bulan terakhir. Meskipun kenaikan masih relatif terbatas, rebound yang terjadi menunjukkan minat beli mulai kembali muncul setelah pasar memasuki kondisi jenuh jual (oversold).

Namun demikian, secara keseluruhan pasar masih berada dalam fase pemulihan awal. Harga belum sepenuhnya keluar dari tekanan karena berbagai faktor fundamental masih membatasi ruang kenaikan.

Tekanan Fundamental Belum Sepenuhnya Hilang

Selama sepekan terakhir, pasar karet dunia menghadapi kombinasi sentimen negatif yang cukup kuat.

Dari sisi permintaan, prospek industri otomotif Tiongkok memburuk. Penjualan domestik produsen kendaraan listrik terbesar Tiongkok, BYD, dilaporkan turun sekitar 22 persen secara tahunan pada Juni 2026. Di saat yang sama, China Passenger Car Association (CPCA) memangkas proyeksi penjualan mobil tahun 2026 dari sebelumnya diperkirakan turun 1 persen menjadi turun sekitar 11 persen.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan ban, mengingat Tiongkok merupakan konsumen karet alam terbesar di dunia. Pelemahan sektor otomotif berpotensi mengurangi konsumsi bahan baku bagi industri ban dalam beberapa bulan ke depan.

Dari sisi pasokan, kondisi justru bergerak berlawanan. Produksi karet di Thailand, Indonesia, dan Vietnam mulai meningkat seiring memasuki musim produksi pertengahan tahun. Curah hujan yang lebih kondusif di sejumlah wilayah telah meningkatkan aktivitas penyadapan dan hasil lateks sehingga ekspektasi pasokan global menjadi lebih longgar dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Tekanan tambahan datang dari pasar energi. Harga minyak mentah dunia kembali melemah selama tiga hari berturut-turut setelah muncul perkembangan positif dalam pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat mengenai keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Penurunan harga minyak membuat karet sintetis menjadi lebih kompetitif sehingga turut menekan harga karet alam.

Namun Pasar Mulai Menemukan Titik Keseimbangan

Meskipun sentimen fundamental masih cenderung negatif, tekanan jual terlihat mulai kehilangan momentum.

Setelah anjlok tajam dari 234,5 sen AS/kg pada awal Juni hingga menyentuh kisaran 208–209 sen AS/kg, harga kini mulai menunjukkan pantulan. Kenaikan pada perdagangan pagi ini juga terjadi bersamaan dengan menguatnya kontrak RSS3 di SHFE, mengindikasikan bahwa pemulihan tidak hanya terjadi di Singapura tetapi juga mulai terlihat di pasar Tiongkok.

Secara historis, level 208–210 sen AS/kg merupakan area yang cukup penting. Kawasan ini menjadi salah satu zona harga yang sebelumnya memicu munculnya minat beli ketika pasar mengalami koreksi pada April lalu.

Selain itu, setelah mengalami penurunan hampir 11 persen hanya dalam waktu singkat dari puncak awal Juni, sebagian besar indikator momentum diperkirakan telah memasuki wilayah oversold, sehingga peluang terjadinya technical rebound memang semakin besar.

Analisis Teknikal: Rebound Mulai Terlihat, Konfirmasi Masih Diperlukan

Secara teknikal, struktur pasar mulai memperlihatkan perubahan yang lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan perkembangan harga terbaru serta grafik perdagangan yang dipantau, tekanan jual mulai berkurang. Pantulan dari kisaran 208–210 sen AS/kg menunjukkan bahwa pembeli mulai mempertahankan area support penting tersebut.

Namun demikian, tren jangka pendek belum dapat dinyatakan kembali bullish karena harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek hingga menengah. Dengan kata lain, rebound yang terjadi saat ini masih memerlukan konfirmasi lanjutan.

Level teknikal yang diperkirakan menjadi perhatian pasar hingga akhir pekan adalah:

Support

  • 209–210 sen AS/kg

  • 205–206 sen AS/kg (support kuat)

Resistance

  • 212–214 sen AS/kg

  • 215–216 sen AS/kg

  • 218–220 sen AS/kg

Apabila harga mampu bertahan di atas 210 sen AS/kg dan menembus area 212–214 sen AS/kg dengan dukungan volume transaksi yang membaik, peluang melanjutkan pemulihan menuju 215–220 sen AS/kg akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila harga kembali turun di bawah 209 sen AS/kg, pasar masih berisiko menguji kembali area 205–206 sen AS/kg.

Fundamental Jangka Menengah Masih Perlu Dicermati

Di luar sentimen jangka pendek, beberapa faktor fundamental masih layak menjadi perhatian pelaku pasar.

Produksi Asia Tenggara memang sedang meningkat seiring musim panen, tetapi perkembangan cuaca pada paruh kedua tahun masih berpotensi memengaruhi produktivitas. Selain itu, laju pertumbuhan konsumsi akan sangat bergantung pada pemulihan industri otomotif global, terutama di Tiongkok.

Di sisi lain, kondisi geopolitik, arah harga minyak dunia, serta kebijakan ekonomi Tiongkok masih akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam beberapa pekan mendatang.

Kesimpulan

Pasar karet dunia mulai menunjukkan tanda-tanda technical rebound setelah mengalami tekanan jual yang cukup tajam selama sepekan terakhir. Penguatan SICOM TSR20 ke 210,8 sen AS/kg dan kenaikan kontrak RSS3 di SHFE ke 16.755 yuan/ton mengindikasikan bahwa minat beli mulai kembali muncul pada area support penting.

Meskipun demikian, proses pemulihan masih berada pada tahap awal. Fundamental jangka pendek masih dibayangi meningkatnya pasokan dari Asia Tenggara, pelemahan prospek industri otomotif Tiongkok, dan harga minyak yang lebih rendah. Selama harga belum mampu menembus area 212–216 sen AS/kg, pasar masih perlu mewaspadai kemungkinan fluktuasi dan aksi ambil untung.

Disclaimer: Analisis teknikal di atas merupakan interpretasi berdasarkan pola grafik, indikator teknikal, serta perkembangan fundamental yang tersedia hingga 3 Juli 2026. Pergerakan harga komoditas dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, analisis ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual kontrak berjangka.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI