|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Dunia Masih Tertahan, Gelombang Pasokan Baru Mulai Menekan Pasar

Harga Karet Dunia Masih Tertahan, Gelombang Pasokan Baru Mulai Menekan Pasar

Medan, 8 Juli 2026 – Pergerakan harga karet dunia pada perdagangan Rabu siang masih menunjukkan kecenderungan tertahan meskipun sempat mengalami pemulihan dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Kontrak SICOM-TSR20 untuk pengiriman Agustus yang diperdagangkan di SGX terpantau berada di level 216,7 sen AS per kilogram, turun tipis 0,1 sen dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di sekitar 216,8 sen AS per kilogram pada pukul 11.05 WIB.

Di sisi lain, kontrak RSS3 pada bursa SHFE untuk bulan kontrak teraktif September justru masih mampu mencatat penguatan menjadi 17.850 yuan per ton, naik 45 yuan dibanding sesi sebelumnya. Pergerakan yang berbeda antara kedua kontrak tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar saat ini masih berhati-hati dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Setelah mengalami tekanan cukup besar pada akhir Juni lalu hingga sempat menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir, pasar karet kini memasuki fase konsolidasi. Harga memang berhasil bertahan di atas area psikologis 210 sen AS per kilogram, namun dorongan untuk kembali menuju level tinggi seperti awal Juni masih menghadapi berbagai tantangan dari sisi fundamental.

Pasokan Musiman Mulai Masuk ke Pasar

Faktor utama yang saat ini menjadi perhatian pelaku pasar adalah mulai meningkatnya pasokan dari negara-negara produsen utama.

Thailand telah memasuki puncak musim sadap sehingga produksi bahan baku diperkirakan terus meningkat selama beberapa bulan ke depan. Perbaikan cuaca di sebagian besar wilayah produksi turut mendorong aktivitas penyadapan kembali normal setelah sebelumnya terganggu oleh curah hujan tinggi.

Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa usia tanaman yang semakin tua dan keterbatasan tenaga kerja di sektor perkebunan rakyat. Kondisi tersebut membuat peningkatan produksi tidak seagresif yang terjadi di negara produsen lainnya.

Produksi di Vietnam relatif stabil, meskipun sebagian pasokan mulai terserap oleh pertumbuhan industri ban domestik sehingga ruang peningkatan ekspor menjadi lebih terbatas dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Perubahan yang cukup menarik justru datang dari kawasan Afrika. Data terbaru menunjukkan ekspor karet alam dari Côte d'Ivoire pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 904 ribu ton, meningkat sekitar 0,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan khusus bulan Juni, ekspor negara tersebut meningkat lebih dari 30 persen dibanding bulan sebelumnya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kontribusi Afrika terhadap pasokan global semakin besar dan mulai memengaruhi pembentukan harga karet dunia yang selama ini didominasi kawasan Asia Tenggara.

Permintaan Industri Ban Masih Belum Pulih

Apabila sisi pasokan mulai meningkat, kondisi sebaliknya justru masih terlihat pada sisi permintaan.

Produsen ban di China dilaporkan masih menghadapi lemahnya pesanan baru serta meningkatnya persediaan barang jadi. Sejumlah pabrik bahkan mulai melakukan penghentian sementara untuk kegiatan pemeliharaan sejak awal Juli, yang secara langsung mengurangi konsumsi bahan baku karet alam.

Tekanan tambahan juga datang dari kebijakan perdagangan internasional setelah European Union resmi memberlakukan bea masuk anti-dumping terhadap sejumlah produk ban asal China. Kebijakan tersebut diperkirakan dapat mengurangi daya saing ekspor ban China ke pasar Eropa dan berpotensi memengaruhi konsumsi karet alam dalam beberapa bulan mendatang.

Meski demikian, peningkatan penggunaan kendaraan listrik dan pertumbuhan kendaraan niaga energi baru masih memberikan penopang terhadap konsumsi ban tertentu sehingga penurunan permintaan diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam.

Yen Lemah dan Harga Minyak Menjadi Penyangga

Pasar juga masih memperoleh dukungan dari faktor eksternal. Pelemahan mata uang yen terhadap dolar AS membuat kontrak karet Jepang menjadi relatif lebih murah bagi pembeli internasional.

Selain itu, harga minyak dunia yang bergerak stabil cenderung menguat turut membantu menjaga daya saing karet alam terhadap karet sintetis sehingga memberikan dukungan tambahan terhadap harga.

Pergerakan Hari Ini Diperkirakan Masih Sideway

Melihat perkembangan terkini, pergerakan harga karet pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam pola sideway dengan kecenderungan melemah terbatas.

Kenaikan pasokan musiman diperkirakan akan terus memberikan tekanan, sementara harga masih memperoleh dukungan dari faktor cuaca, biaya produksi, dan pemulihan teknikal setelah koreksi tajam pada akhir Juni lalu.

Selama belum muncul sentimen baru yang signifikan, harga TSR20 diperkirakan bergerak pada rentang 214 hingga 219 sen AS per kilogram dalam jangka pendek.

Bagaimana Prospek Minggu Ini?

Berdasarkan pola pergerakan harga sepanjang tahun berjalan, kisaran 210–212 sen AS per kilogram sejauh ini masih menjadi zona penyangga harga yang mampu menahan tekanan jual selama dua pekan terakhir.

Di sisi lain, harga diperkirakan akan menghadapi tantangan untuk menembus kisaran 219–222 sen AS per kilogram, sebelum memiliki peluang bergerak menuju area 225–228 sen AS per kilogram seperti yang sempat terjadi pada awal Juni lalu.

Sebaliknya, apabila tekanan pasokan semakin besar dan permintaan industri ban terus melemah, maka pasar berpotensi kembali bergerak mendekati kisaran 212–214 sen AS per kilogram dalam beberapa hari mendatang.

Sebagai catatan, proyeksi teknikal memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan bisnis maupun perdagangan.

Secara keseluruhan, pasar karet dunia saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami penyesuaian harga yang cukup tajam pada akhir Juni. Selama belum terdapat gangguan cuaca besar di negara produsen utama atau perbaikan signifikan dari sisi permintaan industri ban global, harga karet diperkirakan masih bergerak terbatas dengan volatilitas yang relatif tinggi.

Bagi pelaku industri karet di Sumatera Utara, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki fondasi yang cukup baik untuk mempertahankan harga di atas level awal tahun, meskipun ruang penguatan dalam jangka pendek diperkirakan masih terbatas.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI