|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Dunia Terkoreksi Jelang Akhir Pekan, SICOM TSR20 Bertahan di Atas 216 Sen; Pelaku Pasar Menunggu Arah Baru

Harga Karet Dunia Terkoreksi Jelang Akhir Pekan, SICOM TSR20 Bertahan di Atas 216 Sen; Pelaku Pasar Menunggu Arah Baru

Medan, 10 Juli 2026 – Harga karet alam dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat pagi menjelang penutupan pekan perdagangan internasional. Kontrak aktif SICOM TSR20 SGX untuk pengiriman Agustus terpantau berada di level 216,1 sen AS per kilogram, turun 1,1 sen dibanding penutupan sebelumnya. Sementara itu, kontrak RSS3 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) untuk bulan September juga bergerak turun ke posisi 16.870 yuan per ton, atau melemah sekitar 25 yuan pada perdagangan pagi ini.

Koreksi yang terjadi sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Setelah reli yang cukup kuat sejak akhir Juni hingga awal Juli, sebagian pelaku pasar memilih melakukan aksi ambil untung menjelang akhir pekan. Kondisi tersebut umum terjadi pada pasar komoditas global, terutama ketika belum muncul sentimen baru yang cukup kuat untuk mendorong harga melanjutkan kenaikan.

Pada perdagangan Kamis kemarin, pasar karet Asia juga menunjukkan pola serupa. Harga karet fisik di China mengalami penurunan sekitar 50 yuan per ton baik untuk karet full latex domestik maupun karet campuran Thailand TSR20. Pelemahan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih melakukan penyesuaian setelah pemulihan harga yang cukup cepat selama beberapa hari terakhir.

Cuaca Masih Menjadi Penopang Utama Harga

Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, faktor fundamental utama sebenarnya masih relatif mendukung pasar karet alam.

Curah hujan yang tinggi di sejumlah negara produsen utama Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan sebagian wilayah Indonesia dilaporkan masih menghambat aktivitas penyadapan dan pengumpulan bahan baku. Kondisi ini menyebabkan pasokan fisik belum meningkat sesuai ekspektasi musim produksi puncak yang biasanya berlangsung pada periode Juli hingga September.

Menariknya, bursa karet Jepang bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi dalam dua minggu terakhir akibat kekhawatiran terhadap perlambatan produksi di Asia Tenggara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pasar global sebenarnya masih melihat adanya risiko keterbatasan pasokan di lapangan.

Di sisi lain, stok karet sosial di China justru terus menurun. Hingga 5 Juli 2026, total persediaan karet alam di gudang-gudang utama China tercatat sekitar 1,221 juta ton, turun sekitar 1,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan stok ini menjadi indikasi bahwa konsumsi masih berjalan dan belum terlihat adanya tekanan kelebihan pasokan yang serius.

Industri Hilir Masih Menjadi Perhatian

Meski sisi pasokan cukup mendukung, pasar tetap berhati-hati terhadap kondisi permintaan, khususnya dari industri otomotif China yang merupakan konsumen karet alam terbesar dunia.

Data terbaru menunjukkan penjualan kendaraan di China kembali mengalami penurunan selama sembilan bulan berturut-turut. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar belum berani mendorong harga terlalu agresif ke atas karena permintaan ban dan komponen otomotif diperkirakan belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, pergerakan harga minyak dunia yang sempat melemah pada perdagangan global juga ikut menahan laju kenaikan harga karet. Harga minyak memiliki hubungan tidak langsung dengan pasar karet karena mempengaruhi daya saing karet sintetis yang berasal dari produk turunan minyak bumi.

Myanmar Mulai Naik Kelas di Industri Karet Dunia

Perkembangan menarik juga datang dari Myanmar. Negara tersebut mulai mempercepat pembangunan pabrik pengolahan kelompok atau Group Processing Factory (GPF) untuk meningkatkan kualitas karet ekspornya.

Langkah ini bertujuan mengubah pola ekspor dari sekadar bahan baku menjadi produk karet berkualitas tinggi yang memenuhi standar pasar premium seperti Uni Eropa. Saat ini sekitar 92 persen petani karet Myanmar merupakan petani kecil, sehingga model pengolahan bersama dianggap mampu meningkatkan daya saing sekaligus nilai tambah produk mereka.

Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas karet Myanmar berpotensi menambah pasokan karet standar premium di pasar internasional, meskipun dampaknya terhadap harga global diperkirakan baru terasa secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Tinjauan Pergerakan SICOM Tahun Berjalan

Secara historis, pergerakan SICOM TSR20 sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren kenaikan yang masih cukup kuat.

Harga yang sempat berada di kisaran 180 sen/kg pada awal Januari berhasil menembus area 234,5 sen/kg pada awal Juni sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam hingga menyentuh 208,6 sen/kg pada akhir Juni.

Namun menariknya, setelah menyentuh area tersebut pasar kembali berhasil bangkit menuju kisaran 216–218 sen/kg pada pekan ini.

Dari sudut pandang teknikal sederhana, area 210–212 sen/kg sejauh ini terbukti menjadi zona pertahanan yang cukup kuat bagi pasar. Beberapa kali tekanan jual gagal menembus level tersebut sehingga memunculkan minat beli baru.

Sementara itu, area 218–220 sen/kg masih menjadi hambatan terdekat yang perlu ditembus agar pasar dapat kembali membuka peluang menuju kisaran 223–225 sen/kg.

Bagaimana Peluang Perdagangan Hari Ini?

Melihat kombinasi faktor fundamental dan pola pergerakan harga pagi ini, perdagangan Jumat diperkirakan masih akan berlangsung relatif hati-hati dengan kecenderungan sideways hingga sedikit melemah.

Pelaku pasar kemungkinan memilih menunggu perkembangan baru terkait produksi Asia Tenggara, kondisi geopolitik global, serta arah permintaan dari sektor otomotif China sebelum mengambil posisi besar menjelang awal pekan depan.

Apabila tekanan jual bertambah, SICOM TSR20 berpotensi menguji area 214,5–215,0 sen/kg.

Sebaliknya, apabila pasar berhasil kembali bertahan di atas 216 sen/kg hingga penutupan perdagangan, peluang untuk kembali menguji area 218–220 sen/kg pada awal pekan depan masih tetap terbuka.

Disclaimer Analisis Teknikal

Analisis teknikal di atas merupakan interpretasi berdasarkan pola historis pergerakan harga dan level-level yang selama ini dihormati pasar. Pergerakan harga komoditas global sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, nilai tukar, kondisi geopolitik, permintaan industri, serta sentimen keuangan global sehingga hasil aktual dapat berbeda dari perkiraan.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI