|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Reli Karet Tertahan di Bawah 220 Sen, Pasar Menunggu Arah Baru: EUDR dan Rebound Teknikal Jadi Sorotan

Reli Karet Tertahan di Bawah 220 Sen, Pasar Menunggu Arah Baru: EUDR dan Rebound Teknikal Jadi Sorotan

Medan, 13 Juli 2026 — Pasar karet dunia memulai pekan ini dengan sentimen yang sedikit lebih positif setelah kontrak aktif SICOM TSR20 Agustus di SGX bergerak menguat ke sekitar 216,3 sen AS per kilogram pada pemantauan pukul 09.45 WIB, naik 1,6 sen atau 0,75% dibanding penutupan sebelumnya di level 214,7 sen/kg.

Di saat yang sama, kontrak aktif RSS3 SHFE September juga menguat menuju 16.895 yuan per ton, atau naik sekitar 90 yuan pada sesi pagi ini, memberikan tambahan dukungan terhadap sentimen pasar karet alam Asia.

Meski demikian, pelaku pasar masih menilai penguatan ini sebagai pemulihan teknikal jangka pendek dan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi dimulainya tren kenaikan baru.

Reli Minggu Lalu: Pasar Berhasil Bertahan dari Koreksi Tajam

Pergerakan TSR20 sepanjang tahun 2026 menunjukkan perjalanan yang cukup dinamis. Pasar memulai tahun di kisaran 181,7 sen/kg pada awal Januari sebelum secara bertahap menguat hingga mencapai puncak tahunan di sekitar 236,9 sen/kg pada awal Juni.

Namun setelah mencapai level tersebut, pasar mengalami koreksi tajam akibat aksi ambil untung, pelemahan sentimen komoditas, dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi global.

Koreksi tersebut membawa TSR20 turun hingga menyentuh area 205–206 sen/kg pada akhir Juni, sebelum akhirnya berhasil melakukan pemantulan dan kembali bergerak menuju kisaran 214–218 sen/kg selama pekan lalu.

Bertahannya area 205 sen/kg menjadi salah satu faktor utama yang memicu kembalinya minat beli jangka pendek di pasar. Sejak awal tahun, area tersebut beberapa kali terbukti menjadi level pertahanan yang cukup kuat sehingga pelaku pasar mulai memandang level tersebut sebagai support penting.

Rebound Pagi Ini Diduga Masih Bersifat Teknikal

Meski harga bergerak naik pada sesi pagi, data pasar menunjukkan adanya fenomena menarik di sisi posisi terbuka.

Pada pemantauan sekitar pukul 09.15 WIB, Open Interest (OI) kontrak TSR20 Agustus tercatat berada di sekitar 3.397 lot. Namun sekitar 30 menit kemudian, pada pemantauan pukul 09.45 WIB, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 3.078 lot, atau berkurang 319 lot.

Dalam perdagangan futures, kondisi ketika harga naik tetapi OI justru turun umumnya diartikan sebagai short covering, yaitu pelaku pasar yang sebelumnya memegang posisi jual memilih menutup posisinya.

Dengan demikian, penguatan harga pagi ini kemungkinan besar lebih banyak didorong oleh berkurangnya tekanan jual dibanding masuknya dana baru dalam jumlah besar ke sisi pembelian.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan proses penyesuaian setelah koreksi tajam beberapa pekan terakhir, bukan sedang memasuki fase bullish yang kuat.

Bagaimana Peluang Pergerakan Hari Ini?

Secara teknikal, pasar saat ini masih menghadapi tantangan besar di area 219–220 sen/kg yang menjadi level resistance terdekat.

Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, pergerakan hari ini diperkirakan masih akan cenderung sideways dengan bias menguat terbatas.

Apabila sentimen positif mampu berlanjut dan harga berhasil melewati area 220 sen/kg, maka peluang penguatan menuju kisaran 223–225 sen/kg akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila pasar gagal menembus resistance tersebut, harga berpotensi kembali bergerak di kisaran 214–219 sen/kg sambil menunggu katalis baru dari sisi fundamental maupun arus dana baru ke pasar futures.

Disclaimer: analisis teknikal bersifat probabilistik dan bukan merupakan rekomendasi transaksi. Berdasarkan kondisi pasar saat ini, kisaran perdagangan yang paling realistis untuk sesi hari ini diperkirakan berada pada rentang 214–219 sen/kg, dengan peluang pengujian area 220 sen/kg apabila sentimen positif berlanjut.

Fundamental Global Masih Memberikan Dukungan

Dari sisi fundamental, pasar karet alam masih memperoleh dukungan dari terbatasnya pertumbuhan pasokan di sejumlah negara produsen utama Asia Tenggara.

Faktor cuaca, rendahnya investasi peremajaan kebun, serta bertambahnya usia tanaman di beberapa wilayah produksi menyebabkan peningkatan produksi global berlangsung relatif lambat.

Di sisi permintaan, industri ban dunia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik seiring meningkatnya produksi kendaraan di Asia dan kuatnya ekspor otomotif Tiongkok. Selain itu, harga minyak mentah yang relatif tinggi turut meningkatkan biaya produksi karet sintetis sehingga memperbaiki daya saing karet alam. Kondisi tersebut masih menjadi penopang penting bagi pasar dalam jangka menengah.

Meski demikian, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan lemahnya aktivitas manufaktur di sejumlah negara besar masih menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan harga yang lebih agresif.

Harga Fisik Indonesia Mulai Mengikuti Penguatan Futures

Penguatan di pasar futures mulai tercermin pada penawaran fisik Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, penawaran SIR20 Indonesia dari sejumlah pelabuhan utama seperti Belawan, Dumai, dan Air Molek tercatat mengalami kenaikan sekitar USD 2 per ton dibanding hari sebelumnya.

Untuk pengapalan Agustus dari Belawan misalnya, harga penawaran bergerak ke kisaran USD 274,00–274,50 per ton, naik dari kisaran USD 272,00–272,50 per ton pada hari sebelumnya.

Kenaikan tersebut memang relatif terbatas, namun cukup menunjukkan bahwa pasar fisik masih responsif terhadap perubahan sentimen di SGX.

EUDR Menjadi Isu Strategis Baru Industri Karet Indonesia

Di luar pergerakan harga jangka pendek, perhatian industri karet Indonesia kini semakin tertuju pada implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Regulasi tersebut mewajibkan komoditas yang masuk ke pasar Uni Eropa, termasuk karet alam, untuk dapat dibuktikan berasal dari lahan yang bebas dari deforestasi serta memiliki sistem ketertelusuran hingga ke titik koordinat kebun asal. Karet menjadi salah satu dari tujuh komoditas utama yang secara langsung tercakup dalam aturan tersebut.

Setelah beberapa kali mengalami penundaan, implementasi EUDR kini dijadwalkan mulai berlaku pada 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar dan menengah, sementara pelaku usaha kecil dan mikro memperoleh masa transisi tambahan hingga pertengahan 2027.

Indonesia bersama sejumlah negara produsen menilai beberapa aspek EUDR berpotensi menjadi hambatan perdagangan baru karena menerapkan sistem penilaian risiko secara sepihak serta belum sepenuhnya mengakomodasi skema sertifikasi nasional yang telah dimiliki negara produsen. Kekhawatiran tersebut bahkan telah dibawa ke forum WTO melalui pembahasan terkait kesesuaian EUDR dengan ketentuan Technical Barriers to Trade (TBT Agreement).

Bagi Indonesia, tantangan terbesar berada pada jutaan petani kecil yang masih memiliki keterbatasan dalam pemetaan lahan, dokumentasi kepemilikan, serta sistem ketertelusuran digital yang menjadi syarat utama dalam EUDR.

Namun di sisi lain, regulasi tersebut juga dapat menjadi peluang strategis apabila Indonesia berhasil membangun sistem ketertelusuran dan keberlanjutan yang kredibel. Produk karet Indonesia yang mampu memenuhi standar EUDR berpotensi memperoleh akses yang lebih baik ke pasar premium Eropa dan meningkatkan daya saing jangka panjang.

Outlook Minggu Ini

Memasuki pertengahan Juli, pasar karet global tampaknya sedang berada pada fase penentuan arah berikutnya.

Area 205 sen/kg sejauh ini berhasil dipertahankan sebagai support penting, sementara area 220 sen/kg menjadi pintu utama menuju fase penguatan berikutnya.

Selama harga masih berada di bawah level tersebut, pasar kemungkinan besar masih akan bergerak dalam pola konsolidasi atau sideways.

Namun apabila dalam beberapa sesi mendatang harga mampu menembus area 220 sen/kg disertai peningkatan volume transaksi dan kembali naiknya posisi terbuka, peluang menuju kisaran 223–225 sen/kg akan semakin besar.

Untuk saat ini, pasar tampaknya masih memilih menunggu konfirmasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI