|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Dunia Bangkit, SICOM Tembus 218 Sen AS; Pasar Masih Dibayangi Cuaca Ekstrem dan Risiko Pasokan

Harga Karet Dunia Bangkit, SICOM Tembus 218 Sen AS; Pasar Masih Dibayangi Cuaca Ekstrem dan Risiko Pasokan

Medan, 15 Juli 2026 – Harga karet alam dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (15/7), didorong kombinasi faktor teknikal, kenaikan harga minyak dunia, serta kekhawatiran pasar terhadap pasokan dari negara-negara produsen utama di Asia Tenggara.

Kontrak aktif SICOM-TSR20 SGX untuk pengiriman Agustus pada perdagangan pagi pukul 10.20 WIB tercatat berada di level 218,3 sen AS per kilogram, menguat 0,8 sen AS dibanding penutupan sebelumnya. Sementara itu, kontrak RSS3 aktif di SHFE tercatat naik 160 yuan menjadi 17.110 yuan per ton.

Kenaikan pagi ini melanjutkan penguatan yang telah terjadi pada perdagangan sebelumnya ketika kontrak Agustus SICOM berhasil naik sekitar 3 sen AS. Penguatan tersebut terutama dipicu oleh aksi beli setelah harga sempat mengalami koreksi cukup dalam pada akhir Juni hingga awal Juli, sehingga memunculkan ruang bagi terjadinya technical rebound.

Secara historis, level harga SICOM saat ini masih berada jauh di atas posisi awal tahun yang berada di kisaran 181,7 sen AS/kg pada awal Januari 2026. Dengan demikian, meskipun sempat mengalami koreksi dari puncak Juni di atas 234 sen AS/kg, tren jangka menengah masih menunjukkan harga berada pada level yang relatif tinggi.

Rebound Teknikal atau Awal Tren Naik Baru?

Pergerakan pagi ini lebih banyak dipandang sebagai kelanjutan technical rebound setelah pasar memasuki area support kuat di kisaran 208–214 sen AS/kg dalam beberapa pekan terakhir.

Selama tidak muncul sentimen negatif baru dari sisi permintaan global, harga diperkirakan memiliki peluang bergerak sideways cenderung menguat pada perdagangan hari ini.

Namun demikian, ruang kenaikan diperkirakan masih terbatas mengingat sebagian pelaku pasar masih menunggu kepastian perkembangan produksi di Thailand dan Indonesia yang saat ini memasuki periode puncak penyadapan tahunan.

Pasar juga masih menunggu perkembangan permintaan dari sektor ban di China yang belum sepenuhnya pulih akibat perlambatan aktivitas manufaktur dan tingginya suhu musim panas yang cenderung menekan aktivitas transportasi serta konsumsi ban pengganti.

Cuaca Ekstrem Masih Menjadi Faktor Utama

Faktor fundamental terbesar saat ini masih berasal dari kondisi cuaca di kawasan Asia Tenggara.

Sejak awal tahun, berbagai lembaga meteorologi internasional terus meningkatkan status peringatan terhadap fenomena El Niño yang berpotensi mengurangi curah hujan di kawasan produsen utama seperti Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia.

Produksi karet alam dunia sangat terkonsentrasi di empat negara tersebut yang secara bersama-sama menyumbang lebih dari 70 persen produksi global. Kondisi ini membuat setiap gangguan cuaca memiliki dampak yang relatif besar terhadap pasokan dunia. Data ANRPC menunjukkan produksi global pada Mei 2026 turun sekitar 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya akibat kombinasi musim gugur daun dan cuaca yang kurang mendukung di sejumlah negara produsen.

Di sisi lain, Thailand justru menghadapi kondisi cuaca yang berlawanan dalam beberapa hari terakhir. Otoritas meteorologi Thailand mengeluarkan peringatan hujan lebat dan potensi banjir pada 13–15 Juli yang dapat mengganggu aktivitas penyadapan di sejumlah wilayah utama produksi karet. Gangguan penyadapan biasanya langsung berdampak pada pasokan bahan baku di tingkat petani dan pabrik pengolahan.

Harga Minyak Dunia Ikut Mengangkat Pasar Karet

Kenaikan harga minyak mentah dunia menuju level tertinggi empat minggu terakhir turut memberikan sentimen positif bagi pasar karet.

Harga minyak yang lebih tinggi biasanya meningkatkan biaya produksi karet sintetis yang berbahan baku petrokimia, sehingga meningkatkan daya saing karet alam sebagai bahan substitusi utama industri ban.

Ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global, sehingga mendorong reli pada minyak mentah dan secara tidak langsung mendukung harga karet alam.

Persediaan Global Masih Menurun

Sentimen positif lainnya berasal dari penurunan stok karet di pusat perdagangan utama China.

Persediaan karet di Qingdao hingga 12 Juli tercatat turun menjadi sekitar 66,94 juta ton ekuivalen, melanjutkan tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun permintaan belum sepenuhnya pulih, laju konsumsi masih lebih baik dibandingkan tambahan pasokan yang masuk ke gudang.

Apakah Badai Baiva di China Berpengaruh?

Pasar juga mulai mencermati perkembangan Badai Baiva yang bergerak di wilayah pesisir China.

Hingga saat ini dampaknya terhadap harga karet dunia dinilai masih relatif terbatas karena jalur badai tidak secara langsung melintasi sentra utama perkebunan karet di Provinsi Hainan maupun Yunnan yang menjadi pusat produksi karet China.

Namun apabila sistem badai berkembang dan menyebabkan gangguan logistik pelabuhan atau distribusi industri ban di wilayah pesisir timur China, sentimen jangka pendek terhadap pasar karet tetap perlu diwaspadai.

Proyeksi Perdagangan Hari Ini

Secara teknikal, dengan tetap memperhatikan bahwa analisis ini bukan merupakan rekomendasi investasi maupun jaminan pergerakan harga, kontrak Agustus SICOM diperkirakan memiliki area support di kisaran 216–217 sen AS/kg dan resistance di kisaran 220–222 sen AS/kg.

Apabila berhasil menembus area 220 sen AS/kg secara meyakinkan, peluang penguatan menuju kisaran 223–225 sen AS/kg masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali muncul, harga berpotensi kembali bergerak konsolidatif di area 216–218 sen AS/kg.

Untuk sementara, skenario yang paling mungkin pada perdagangan hari ini adalah sideways dengan bias menguat, sejalan dengan dukungan dari harga minyak, penguatan bahan baku di Thailand, dan masih adanya kekhawatiran terhadap pasokan global.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI