Harga Karet Kembali Melemah Jelang Akhir Pekan, SICOM Agustus Turun ke 214,8 Sen di Tengah Tekanan Pasokan dan Permintaan yang Lesu
Medan, 17 Juli 2026 – Pasar karet internasional kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat pagi seiring berlanjutnya tekanan yang telah dimulai sehari sebelumnya. Kontrak Agustus SICOM-TSR20 di Singapore Exchange (SGX) tercatat turun ke level 214,8 sen AS per kilogram pada pukul 10.30 WIB, melanjutkan penurunan dari posisi penutupan Kamis di 216,0 sen AS/kg.
Pelemahan ini menandai koreksi dua hari berturut-turut setelah sebelumnya harga sempat mencapai 218,7 sen AS/kg pada 15 Juli, yang sekaligus menjadi level tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir.
Sementara itu, kontrak RSS3 aktif di pasar Asia juga mengalami tekanan dengan harga turun ke 16.830 yuan per ton, atau melemah sekitar 220 yuan dibandingkan sesi sebelumnya.
Koreksi Sudah Dimulai Sejak Kamis
Berbeda dengan ekspektasi sebagian pelaku pasar yang berharap penguatan berlanjut, perdagangan Kamis justru diwarnai aksi ambil untung dan meningkatnya kekhawatiran terhadap tambahan pasokan dari negara produsen utama.
Data Reuters menunjukkan kontrak karet di Osaka dan Shanghai melemah setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya harga minyak dunia akibat aksi profit taking investor setelah reli sebelumnya.
Selain faktor eksternal tersebut, pasar juga mulai memperhitungkan peningkatan produksi musiman di Thailand yang kini memasuki periode puncak penyadapan tahunan. Produksi karet Thailand umumnya mulai meningkat sejak Juni dan mencapai puncaknya hingga sekitar September setiap tahun.
Membaiknya cuaca di wilayah selatan Thailand setelah curah hujan tinggi pada akhir Juni turut membantu pemulihan produksi dan menambah ekspektasi pasokan global dalam beberapa minggu ke depan.
Karet Sintetis Justru Sedang Menguat
Menariknya, pelemahan karet alam terjadi ketika pasar karet sintetis justru menunjukkan arah berbeda.
Sepanjang Juli, harga butadiene rubber (BR) di China tercatat melonjak lebih dari 10 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga butadiene sebagai bahan baku utama yang naik lebih dari 16 persen sejak awal bulan.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat mendorong kenaikan harga minyak sehingga biaya produksi karet sintetis meningkat. Secara historis kondisi ini biasanya memberikan dukungan terhadap harga karet alam karena sebagian industri dapat beralih menggunakan bahan baku alternatif. Namun pada saat yang sama, lemahnya permintaan industri ban membuat dampak positif tersebut belum sepenuhnya tercermin pada harga karet alam.
Permintaan Ban Masih Menjadi Titik Lemah
Faktor yang paling membatasi kenaikan harga saat ini masih berasal dari sisi permintaan.
Sejumlah pabrikan ban di China masih menjalankan pemeliharaan pabrik dan pengurangan produksi selama Juli yang merupakan periode musiman permintaan relatif rendah. Tingginya biaya bahan baku juga membuat sebagian produsen hanya membeli sesuai kebutuhan jangka pendek.
Akibatnya, meskipun harga bahan baku relatif kuat, daya serap pasar hilir belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan harga karet secara signifikan.
Beberapa analis bahkan menilai bahwa kondisi makro ekonomi global yang masih dibayangi perlambatan pertumbuhan dan tingginya suku bunga di sejumlah negara besar masih menjadi penghambat utama pemulihan permintaan komoditas industri, termasuk karet alam.
Persediaan Rendah Menahan Penurunan Lebih Dalam
Di tengah tekanan permintaan, pasar masih memperoleh dukungan dari kondisi persediaan yang relatif ketat di beberapa pusat perdagangan utama Asia serta harga bahan baku petani yang masih cukup tinggi.
Kondisi ini menyebabkan pasar belum menunjukkan tanda-tanda penurunan tajam seperti yang pernah terjadi pada akhir Juni lalu ketika harga sempat jatuh hingga mendekati level 208 sen/kg.
Dengan kata lain, meskipun sentimen jangka pendek cenderung negatif, pasar masih memiliki bantalan fundamental yang cukup kuat untuk menahan penurunan lebih lanjut.
China Perketat Regulasi Industri Karet
Sentimen jangka panjang lainnya datang dari China yang tengah menyiapkan revisi standar emisi untuk industri produk karet.
Aturan baru tersebut akan mencakup industri ban, produk teknik berbahan karet, produk medis, alas kaki hingga berbagai produk karet lainnya dengan standar emisi yang lebih ketat dibandingkan aturan sebelumnya. Langkah tersebut diharapkan mendorong transformasi menuju industri karet yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Meskipun belum memberikan dampak langsung terhadap harga saat ini, kebijakan tersebut dipandang positif bagi keberlanjutan industri karet global dalam jangka panjang.
Gambaran Grafik Tahun Berjalan
Jika melihat perjalanan harga sepanjang tahun 2026, kontrak SICOM-TSR20 bergerak dari level 179,9 sen pada Januari dan terus menguat hingga mencapai puncak tahunan di sekitar 234,5 sen pada awal Juni.
Koreksi tajam pada akhir Juni membawa harga turun hingga 208,6 sen, namun pasar berhasil melakukan rebound dan kembali bergerak di area 214-218 sen sepanjang pertengahan Juli.
Pola tersebut menunjukkan bahwa area 208-210 sen kini menjadi support menengah yang cukup kuat, sedangkan area 218-220 sen masih menjadi resistance utama yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.
Berdasarkan grafik terbaru yang Anda kirim sebelumnya, pelemahan saat ini lebih menyerupai proses konsolidasi setelah rebound awal Juli dibandingkan awal dari tren bearish baru.
Bagaimana Peluang Perdagangan Hari Ini?
Karena hari ini merupakan perdagangan terakhir sebelum akhir pekan, sebagian pelaku pasar diperkirakan akan memilih mengurangi posisi terbuka untuk menghindari risiko berita geopolitik yang dapat muncul saat pasar tutup.
Oleh karena itu, skenario yang paling mungkin untuk perdagangan hari ini adalah sideways hingga sideways bearish, dengan pergerakan harga diperkirakan relatif terbatas.
Selama harga masih bertahan di atas area 214 sen, pasar masih memiliki peluang untuk stabil dan melakukan rebound teknikal ringan menjelang penutupan perdagangan.
Disclaimer Analisis Teknikal
Analisis berikut bersifat indikatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi maupun transaksi.
Secara teknikal, area 214,0–214,5 sen/kg menjadi support intraday yang sangat penting pada perdagangan hari ini.
Apabila area tersebut mampu dipertahankan, harga berpotensi bergerak kembali menuju kisaran 215,5–216,5 sen/kg pada sesi berikutnya.
Namun apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus area 214 sen, maka target pelemahan berikutnya diperkirakan berada pada kisaran 212,5–213,0 sen/kg.
Di sisi atas, resistance terdekat berada pada area 216,5–217,0 sen, sedangkan resistance menengah masih berada pada area 218–220 sen yang selama beberapa hari terakhir terbukti cukup sulit ditembus pasar.
Secara keseluruhan, probabilitas terbesar untuk perdagangan akhir pekan ini adalah pasar bergerak sideways dengan bias negatif terbatas, sambil menunggu perkembangan baru dari harga minyak dunia, kondisi cuaca di Asia Tenggara, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar global.