|  
The EUDR has been postponed for the second time and will now take effect on 30 December 2026 for large enterprises (as operators) and 30 June 2027 for small businesses (SMEs).
News Icon

LATEST NEWS

TSR20 Rebounds Again! Rubber Prices Strengthen, but 220–224 Becomes the Key Test — Can It Break Through?

TSR20 Rebounds Again! Rubber Prices Strengthen, but 220–224 Becomes the Key Test — Can It Break Through?

Medan, 11 Agustus 2026 — Harga karet alam kembali menunjukkan tenaga rebound pada perdagangan sesi pagi ini. Setelah sempat tertekan tajam pada awal Agustus, pergerakan SICOM-TSR20 mulai membentuk pola pemulihan dan kembali mendekati area 220 sen AS per kilogram.

Data pergerakan tahun berjalan menunjukkan TSR20 sempat mencapai 224,4 sen/kg pada 31 Juli, kemudian terkoreksi tajam ke 211 sen/kg pada 3 Agustus. Setelah itu harga kembali menguat bertahap menjadi 216,9 sen, 217,6 sen, 218,8 sen dan terakhir 219,2 sen/kg pada 7 Agustus. Artinya, pasar sudah memulihkan sebagian besar tekanan awal Agustus, tetapi masih belum berhasil kembali ke puncak 224,4 sen.

Pergerakan sesi pagi 11 Agustus memperlihatkan rebound masih berusaha dilanjutkan. Namun, karakter kenaikannya belum menunjukkan sinyal kuat bahwa pasar sudah memasuki tren naik baru. Area sekitar 220 sen/kg menjadi gerbang pertama yang harus dilewati sebelum pasar mempunyai ruang lebih besar menuju 224 sen/kg.

Fundamental: Hujan Menahan Pasokan, Tetapi Permintaan Belum Cukup Kuat

Dari sisi pasokan, faktor cuaca memberikan dukungan terhadap harga. Sejumlah wilayah produksi utama Thailand masih menghadapi gangguan hujan yang dapat mengurangi aktivitas penyadapan dan membuat pasokan bahan baku masuk ke pasar lebih terbatas untuk sementara.

Data per 10 Agustus menunjukkan harga cup lump Thailand berada di sekitar 66,50 baht/kg, sedangkan lateks berada di 74,50 baht/kg. Harga bahan baku di Yunnan juga relatif stabil, sementara harga bahan baku di Hainan mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut memberikan alasan bagi pasar untuk melakukan rebound. Ketika hujan menghambat penyadapan, pasokan karet tidak langsung bertambah meskipun kebutuhan industri tetap berjalan.

Namun, masalahnya ada di sisi permintaan.

Aktivitas industri ban China memang mulai menunjukkan perbaikan terbatas. Tingkat operasi pabrik ban semi-steel berada di sekitar 64,57 persen, naik 0,59 poin persentase dalam sepekan. Akan tetapi, tingkat operasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat operasi ban full-steel sekitar 63,64 persen, sedikit melemah secara mingguan.

Dengan kata lain, pabrik ban belum menunjukkan peningkatan produksi yang cukup kuat untuk menjadi mesin pendorong kenaikan harga karet secara berkelanjutan.

Persediaan produk jadi di sejumlah pabrik ban juga masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat produsen cenderung berhati-hati meningkatkan produksi secara agresif.

Stok Qingdao Justru Memberikan Sedikit Angin Segar

Salah satu perkembangan yang cukup positif datang dari persediaan karet di Qingdao.

Per 9 Agustus, total persediaan karet alam di kawasan Qingdao tercatat sekitar 645 ribu ton, turun sekitar 9 ribu ton atau 1,38 persen dari periode sebelumnya.

Penurunan stok memang belum cukup besar untuk disebut sebagai perubahan fundamental besar, tetapi setidaknya menunjukkan bahwa pasar belum sedang menghadapi lonjakan persediaan yang mengkhawatirkan.

Jadi, fundamental saat ini dapat dikatakan berimbang: pasokan jangka pendek mendapat gangguan dari cuaca, stok mulai berkurang, tetapi permintaan industri ban masih belum cukup kuat.

Perang Iran-AS Bisa Menambah Volatilitas

Perkembangan perang dan ketegangan Iran-Amerika Serikat juga perlu diperhatikan karena pengaruhnya terhadap pasar karet bersifat tidak langsung.

Harga minyak kembali berada di sekitar level tertinggi lebih dari satu pekan. Brent berada di sekitar US$87–88 per barel, sementara WTI berada di kisaran US$82 per barel. Kenaikan harga minyak berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi dan ketidakpastian terkait Selat Hormuz.

Bagi karet, kenaikan minyak mempunyai dua sisi.

Di satu sisi, minyak yang mahal meningkatkan biaya produksi karet sintetis. Hal ini dapat membuat karet alam relatif lebih menarik sebagai bahan baku alternatif dalam industri tertentu.

Namun di sisi lain, minyak mahal berarti biaya transportasi dan biaya produksi ban meningkat. Jika berlangsung lama, tekanan inflasi dapat menekan daya beli dan akhirnya mengganggu permintaan otomotif serta ban.

Karena itu, perang Iran-AS saat ini lebih tepat disebut sebagai faktor pendukung volatilitas harga karet, bukan fundamental utama yang menentukan arah TSR20.

Jika ketegangan kembali meningkat dan harga minyak terus naik, karet berpotensi mendapatkan dukungan dari sisi biaya bahan baku sintetis. Sebaliknya, jika tercapai kesepakatan dan lalu lintas Selat Hormuz kembali normal, sebagian premi risiko pada komoditas dapat menghilang.

AS Masih Menunjukkan Pelemahan Permintaan Ban

Faktor yang membuat kita perlu berhati-hati mengejar kenaikan TSR20 adalah data perdagangan ban Amerika Serikat.

Menurut data QinRex yang dikutip dalam laporan pasar, impor ban AS pada semester pertama 2026 turun sekitar 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor dari China bahkan turun sekitar 29 persen, sedangkan impor dari Thailand turun sekitar 8 persen.

Ini memperlihatkan bahwa pasar ban global belum sepenuhnya berada dalam kondisi permintaan kuat.

Jadi, kenaikan TSR20 saat ini lebih banyak terlihat sebagai kombinasi antara gangguan pasokan jangka pendek, penyesuaian posisi pasar dan faktor biaya, bukan karena terjadi lonjakan permintaan global.

TA: 220–224 Menjadi Zona Penentu

Dari pola pergerakan harga tahun berjalan, terlihat bahwa pasar masih berada dalam fase rebound setelah koreksi, bukan dalam tren bullish yang benar-benar terkonfirmasi.

Setelah jatuh dari 224,4 ke 211 sen/kg, TSR20 berhasil membangun kembali posisi di atas 216–217 sen/kg. Rata-rata lima perdagangan terakhir juga berada sekitar 216,7 sen/kg, sehingga area tersebut mulai terlihat sebagai zona penyangga jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, secara teknikal saya melihat skenario yang paling masuk akal adalah:

Skenario utama: sideways dengan bias menguat.

Pasar berpeluang mencoba kembali:

220 → 222 → 224 sen/kg

Area 224 sen/kg menjadi resistance penting karena berdekatan dengan puncak 31 Juli di 224,4 sen/kg.

Apabila 220 dapat ditembus dan harga mampu bertahan di atasnya, peluang pengujian 222–224 sen/kg menjadi semakin terbuka. Jika 224 berhasil ditembus secara meyakinkan, barulah ruang menuju sekitar 226–228 sen/kg mulai terbuka.

Sebaliknya, apabila harga gagal melewati 220–222 dan kembali mendapatkan tekanan jual, pasar berpotensi kembali bergerak di kisaran 216–220 sen/kg. Jika 216 ditembus ke bawah, rebound jangka pendek perlu diwaspadai melemah dan pasar dapat kembali menguji 213–214 sen/kg.

Perkiraan untuk Hari Ini

Dengan mempertimbangkan rebound sesi pagi, kondisi fundamental dan pola harga terakhir, skenario yang paling mungkin untuk 11 Agustus adalah sideways-to-bullish, bukan kenaikan tajam.

Perkiraan area perdagangan:

  • Support: 216–217 sen/kg

  • Support berikutnya: 213–214 sen/kg

  • Resistance: 220–222 sen/kg

  • Resistance kuat: 224 sen/kg

  • Jika breakout 224: peluang 226–228 sen/kg

Target intraday yang paling realistis: sekitar 220–222 sen/kg, dengan kemungkinan pengujian 224 sen/kg apabila momentum beli semakin kuat.

Disclaimer: Perkiraan teknikal di atas merupakan analisis berdasarkan pola harga dan data yang tersedia, bukan kepastian arah pasar dan bukan rekomendasi transaksi. Harga komoditas dapat berubah cepat akibat volume, posisi pelaku pasar, nilai tukar, cuaca, kebijakan perdagangan, serta perkembangan geopolitik Iran-AS.

Kesimpulan

Rebound TSR20 kali ini cukup sehat untuk diperhatikan, tetapi belum cukup kuat untuk disebut sebagai pembalikan tren besar.

Pasokan jangka pendek mendapat dukungan dari gangguan hujan, sementara stok Qingdao mulai turun. Di sisi lain, permintaan industri ban masih relatif lemah dan impor ban AS juga mengalami penurunan.

Dengan demikian, 220 sen/kg menjadi pintu pertama, sedangkan 224 sen/kg merupakan ujian sebenarnya. Selama belum mampu menembus 224 sen/kg, pasar masih lebih aman dibaca sebagai rebound dalam fase sideways.

Untuk sesi hari ini, peluang terbesar masih berada pada pergerakan 216–222 sen/kg, dengan perhatian khusus apabila harga mendekati 224 sen/kg. Jika 224 ditembus dengan kuat, barulah cerita pasar berubah dari sekadar rebound menjadi potensi kenaikan lanjutan.

Perkembangan Iran-AS juga membuat pasar karet berpotensi lebih volatil. Harga minyak yang kembali mendekati US$88 per barel menunjukkan bahwa faktor geopolitik belum selesai dan masih dapat memengaruhi sentimen komoditas global.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI