|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Masih Tertekan, Dua Hari Berturut-turut Melemah; Pelaku Pasar Kini Menanti Arah Baru Jelang Penutupan Pekan

Harga Karet Masih Tertekan, Dua Hari Berturut-turut Melemah; Pelaku Pasar Kini Menanti Arah Baru Jelang Penutupan Pekan

Medan, 14 Agustus 2026 – Pergerakan harga karet alam dunia kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Jumat (14/8) hingga sesi siang. Koreksi yang terjadi hari ini memperpanjang pelemahan sehari sebelumnya, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menimbang keseimbangan antara potensi peningkatan pasokan dan permintaan global yang belum sepenuhnya pulih.

Hingga pukul 11.36 WIB, kontrak aktif RSS3 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) untuk Januari 2027 berada di level 17.765 yuan per ton, turun 120 yuan atau sekitar 0,67 persen. Sementara itu, harga acuan SICOM TSR20 di Singapura bergerak ke 219,7 sen AS per kilogram, melemah 0,3 sen AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan yang telah terjadi pada perdagangan Kamis. Setelah sempat menguat, pasar kehilangan tenaga seiring munculnya aksi ambil untung serta meningkatnya ekspektasi bahwa produksi di negara-negara produsen utama akan kembali bertambah memasuki musim panen.

Meski demikian, penurunan harga masih tergolong terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati sejumlah faktor yang dapat menopang harga, terutama gangguan cuaca di kawasan Asia Tenggara dan prospek permintaan dari industri ban.

Pasokan Berpotensi Bertambah, tetapi Cuaca Masih Menjadi Tantangan

Dari sisi fundamental, pasar masih dipengaruhi dua faktor yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, hujan di sejumlah wilayah penghasil karet utama sempat mengganggu aktivitas penyadapan sehingga pasokan bahan baku belum sepenuhnya lancar. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku, khususnya cup lump di Thailand, relatif bertahan.

Namun di sisi lain, pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan meningkatnya produksi musiman dalam beberapa waktu ke depan. Sejumlah lembaga riset menilai tambahan pasokan tersebut berpotensi membatasi ruang kenaikan harga apabila permintaan tidak ikut menguat.

Data dari Malaysia juga menunjukkan ekspor karet alam pada Juni melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski produksi semester pertama masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan output bulanan mengindikasikan mulai membaiknya aktivitas produksi setelah sebelumnya terganggu faktor cuaca. Sebagian besar ekspor Malaysia masih ditujukan ke China sebagai konsumen terbesar dunia.

Permintaan Belum Memberikan Dorongan Kuat

Dari sisi permintaan, kondisi industri ban global belum sepenuhnya pulih.

Tingkat utilisasi pabrik ban di China memang mengalami sedikit peningkatan karena beberapa fasilitas kembali beroperasi setelah masa perawatan. Namun peningkatan tersebut masih terbatas dan belum cukup kuat untuk mengurangi persediaan secara signifikan.

Sebagian produsen bahkan masih mengandalkan strategi promosi harga guna menjaga penjualan di tengah permintaan yang belum stabil. Kondisi ini membuat ruang kenaikan harga karet tetap terbatas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, laporan Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) memperlihatkan bahwa produksi karet alam global pada Juni masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, sementara konsumsi tetap tumbuh terutama didorong China dan India. Organisasi tersebut juga mengingatkan bahwa fenomena El Niño masih berpotensi mengganggu produksi hingga akhir tahun sehingga keseimbangan pasar tetap perlu dicermati.

Faktor Eksternal Masih Mempengaruhi Sentimen

Selain faktor fundamental industri, pergerakan harga juga dipengaruhi kondisi pasar energi.

Harga minyak dunia yang bergerak melemah mengurangi daya tarik komoditas karet karena karet sintetis berbahan baku minyak bumi menjadi relatif lebih kompetitif. Di saat yang sama, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz, masih menjadi faktor yang sewaktu-waktu dapat meningkatkan volatilitas pasar komoditas.

Bagaimana Peluang Perdagangan Hari Ini?

Melihat perkembangan hingga sesi siang, pasar cenderung masih berada dalam fase konsolidasi. Tekanan jual memang masih mendominasi, namun belum terlihat dorongan yang cukup kuat untuk membawa harga turun lebih dalam.

Selama tidak muncul sentimen baru yang signifikan pada sesi perdagangan berikutnya, harga diperkirakan masih bergerak sideways dengan kecenderungan melemah tipis hingga penutupan perdagangan.

Disclaimer analisis teknikal: berdasarkan pergerakan harga terbaru dan tanpa menjamin akurasi karena kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu, kontrak SHFE berpotensi bergerak di kisaran 17.650–17.900 yuan per ton hingga akhir perdagangan hari ini. Area sekitar 17.650 yuan menjadi zona dukungan terdekat, sedangkan 17.900–18.000 yuan menjadi area yang perlu ditembus apabila pasar ingin kembali membangun momentum kenaikan. Proyeksi ini hanya bersifat indikatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Secara keseluruhan, pelaku pasar masih menunggu katalis baru yang mampu mengubah arah perdagangan. Selama pasokan musiman terus meningkat sementara permintaan industri belum menunjukkan percepatan yang berarti, harga karet diperkirakan masih akan bergerak dalam pola terbatas dengan volatilitas yang tetap tinggi.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI