|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Rebound, Harapan Menguat Kembali Meski Kenaikan Diperkirakan Terbatas

Harga Karet Rebound, Harapan Menguat Kembali Meski Kenaikan Diperkirakan Terbatas

Medan, 19 Agustus 2026 – Pasar karet alam kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (19/8/2026) setelah sempat melemah sehari sebelumnya. Kontrak berjangka karet di Bursa Shanghai (SHFE) bergerak rebound ke kisaran 18.300 yuan per ton, naik sekitar 0,74%, didorong membaiknya sentimen pasar, kenaikan harga bahan baku, serta ekspektasi bahwa fundamental karet global masih relatif sehat.

Penguatan hari ini sekaligus menjadi respons pasar setelah pada perdagangan Selasa pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) menyusul reli yang telah berlangsung sejak awal Agustus. Koreksi tersebut dinilai lebih bersifat teknikal dibandingkan dipicu perubahan fundamental yang signifikan.

Di pasar fisik, harga karet RSS domestik China masih bertahan di sekitar 17.350 yuan per ton, sedangkan Thailand Mixed Rubber TSR20 diperdagangkan di kisaran 17.060 yuan per ton, relatif stabil dibanding hari sebelumnya.

Pasokan Belum Terganggu Besar, Tetapi Cuaca Masih Menjadi Perhatian

Dari sisi fundamental, perhatian pasar masih tertuju pada kondisi cuaca di negara-negara produsen utama Asia Tenggara.

Curah hujan yang cukup sering terjadi pada malam hari di Thailand masih mengganggu aktivitas penyadapan, sehingga harga bahan baku tetap bertahan tinggi. Harga lateks Thailand naik menjadi sekitar 74,5 baht/kg, sedangkan cup lump berada di kisaran 67,5 baht/kg. Di Indonesia, Malaysia, Vietnam hingga wilayah Yunnan (China), kondisi hujan juga masih membatasi peningkatan produksi secara optimal.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat gangguan cuaca ekstrem yang cukup besar untuk mengurangi produksi secara drastis. Dengan kata lain, pasokan global masih berada dalam kondisi relatif stabil.

Artinya, pasar memang memperoleh dukungan dari sisi biaya produksi yang lebih tinggi, namun belum memiliki katalis yang cukup kuat untuk mendorong harga melonjak tajam.

Persediaan Terus Menurun

Sentimen positif lainnya berasal dari penurunan stok.

Hingga 16 Agustus 2026, total persediaan karet alam di kawasan pelabuhan Qingdao, China, tercatat sekitar 642.100 ton, turun sekitar 2.900 ton dibanding periode sebelumnya.

Penurunan inventori memang belum besar, namun memberikan sinyal bahwa pasokan yang tersedia di pasar perlahan mulai terserap. Selain itu, stok yang tersimpan di gudang berjangka Shanghai Futures Exchange (SHFE) juga mengalami penurunan sehingga mengurangi tekanan jual di pasar.

Bagi pelaku industri, kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menjaga harga tetap berada pada level tinggi meskipun permintaan belum benar-benar pulih.

Permintaan Masih Menjadi Tantangan

Di sisi lain, permintaan masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga.

Industri ban dunia masih berada pada periode musiman yang relatif sepi. Tingkat utilisasi pabrik ban di China memang masih berada di atas 60 persen, namun persediaan ban jadi di berbagai produsen masih tergolong tinggi sehingga pembelian bahan baku dilakukan hanya sesuai kebutuhan.

Dengan kondisi tersebut, permintaan belum cukup kuat untuk menciptakan reli harga yang berkelanjutan.

Namun pelaku pasar mulai menaruh harapan terhadap datangnya musim produksi dan penjualan ban pada September, yang secara historis menjadi periode meningkatnya aktivitas industri otomotif di China. Jika skenario tersebut berjalan sesuai ekspektasi, permintaan karet berpotensi membaik pada kuartal IV.

Harga Minyak Dunia Ikut Memberikan Dukungan

Faktor eksternal lain yang ikut menopang harga karet adalah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pada perdagangan Rabu, harga minyak Brent masih bertahan di atas US$91 per barel, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu meningkatnya premi risiko geopolitik akibat ketidakpastian lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Selain itu, gangguan ekspor minyak Rusia dari pelabuhan Laut Hitam turut memperketat pasokan global.

Naiknya harga minyak membuat biaya produksi karet sintetis ikut meningkat. Karena karet sintetis merupakan produk turunan minyak bumi, kondisi tersebut secara tidak langsung meningkatkan daya saing karet alam sehingga memberikan sentimen positif terhadap pasar.

Faktor Global Masih Menjadi Perhatian

Selain minyak, investor juga terus mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Ketidakpastian geopolitik membuat pasar komoditas cenderung memperoleh dukungan dari sisi sentimen. Di sisi lain, pasar masih menunggu petunjuk lanjutan mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve yang akan memengaruhi nilai dolar AS dan arus investasi ke berbagai komoditas. 

Apabila tensi geopolitik kembali meningkat, harga energi berpotensi bertahan tinggi sehingga dapat terus menopang harga karet. Sebaliknya, apabila situasi membaik dan pasokan energi kembali normal, sebagian premi risiko tersebut dapat berkurang.

Tren Tahun Ini Masih Positif

Pergerakan harga SSICOM TSR20 sepanjang 2026 menunjukkan tren yang masih positif meski diwarnai volatilitas.

Harga sempat berada di kisaran 181,7 sen AS/kg pada awal Januari, kemudian terus menguat hingga menyentuh area 234,5 sen AS/kg pada awal Juni sebelum mengalami koreksi pada akhir Juni. Setelah bergerak konsolidasi sepanjang Juli, harga kembali menunjukkan tren naik pada Agustus dan pada 19 Agustus telah mencapai sekitar 228,2 sen AS/kg, mengindikasikan bahwa sentimen positif mulai kembali mendominasi pasar.

Outlook

Secara fundamental, prospek jangka pendek karet alam masih tergolong konstruktif.

Penurunan stok, harga bahan baku yang tetap tinggi, cuaca yang belum sepenuhnya mendukung produksi, serta kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang menjaga harga tetap kuat. Namun, karena permintaan dari industri ban belum pulih sepenuhnya, ruang kenaikan diperkirakan masih terbatas.

Disclaimer Analisis Teknikal: Analisis berikut hanya merupakan pandangan berdasarkan pola harga dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Secara teknikal, kontrak karet SHFE yang berhasil kembali bertahan di atas area 18.300 yuan membuka peluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 18.450–18.600 yuan per ton apabila momentum beli berlanjut. Namun apabila gagal mempertahankan area tersebut, harga berpotensi kembali bergerak konsolidasi dengan area support di sekitar 18.100–18.200 yuan per ton.

Dengan demikian, skenario yang paling mungkin untuk perdagangan hari ini adalah rebound dengan kecenderungan bergerak menguat secara terbatas (range bound bullish), sementara arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan cuaca di Asia Tenggara, dinamika harga minyak mentah, serta peningkatan permintaan menjelang musim puncak industri ban pada September.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI