Harga Karet Rebound, Tembus Puncak Juli! Cuaca Thailand hingga Minyak Dunia Jadi Penopang, Akankah Reli Berlanjut?
Medan, 20 Agustus 2026 – Pasar karet alam kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Setelah berhasil menembus level tertinggi pada Juli, harga karet masih bergerak di zona positif meski laju kenaikannya mulai lebih selektif. Penguatan kali ini ditopang kombinasi faktor fundamental, mulai dari cuaca di Thailand yang mengganggu aktivitas penyadapan, stok yang masih cenderung menurun, hingga menguatnya harga karet sintetis seiring kenaikan harga minyak mentah dunia.
Hingga pukul 14.02 WIB, kontrak SICOM TSR20 September diperdagangkan di 230,3 sen AS/kg, naik 2,1 sen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, kontrak SHFE Januari 2027 juga menguat 275 yuan menjadi 18.440 yuan per ton, mengonfirmasi sentimen positif di pasar karet Asia.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren rebound yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Rabu (19/8), harga karet juga ditutup menguat setelah didorong kenaikan harga bahan baku di Thailand, penguatan harga karet sintetis, serta membaiknya sentimen di pasar komoditas. Di pasar fisik Qingdao, China, harga spot naik sekitar 100-200 yuan per ton, mencerminkan permintaan yang tetap cukup baik di tengah pasokan yang masih terbatas.
Fundamental Masih Mendukung
Dari sisi pasokan, musim hujan di Thailand kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Curah hujan tinggi pada periode 18-21 Agustus menyebabkan aktivitas penyadapan di sejumlah wilayah produsen utama terganggu. Meski belum menimbulkan gangguan pasokan yang signifikan, kondisi tersebut cukup menjaga harga bahan baku tetap tinggi.
Harga lateks di Thailand tercatat naik menjadi sekitar 75 baht/kg, sementara harga cup lump juga menguat. Ini menunjukkan pasokan di tingkat petani masih relatif ketat sehingga menjadi penopang harga di pasar berjangka maupun pasar fisik.
Di China, kondisi persediaan juga masih memberikan sentimen positif. Hingga 16 Agustus 2026, total stok sosial karet alam tercatat 115,37 juta ton, turun tipis dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan stok di kawasan Qingdao mengindikasikan pasokan fisik masih cukup ketat meski pembelian dari industri ban belum terlalu agresif.
Selain itu, sejumlah lembaga riset di China mencatat stok pada beberapa pabrik pengolahan di hulu masih berada di level rendah. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu aktivitas restocking dalam beberapa waktu ke depan, yang dapat kembali menopang harga.
Permintaan Masih Perlu Diperhatikan
Di sisi lain, kenaikan harga membuat sebagian produsen ban mulai lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian bahan baku. Mereka cenderung menunggu stabilisasi harga sebelum meningkatkan volume pembelian.
Data perdagangan menunjukkan ekspor ban pneumatik baru China pada Juli 2026 mencapai sekitar 790 ribu ton, turun 10,2% dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan pemulihan permintaan global belum sepenuhnya merata.
Meski demikian, penurunan permintaan tersebut belum cukup untuk membalikkan arah pasar karena stok karet tetap mengalami penurunan, bahkan ketika pembelian dari industri ban relatif moderat.
Minyak Dunia dan Geopolitik Menjadi Katalis
Sentimen eksternal turut memberikan dukungan terhadap pasar karet.
Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatan dalam beberapa hari terakhir seiring perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan biaya produksi karet sintetis yang berbahan baku petrokimia.
Kondisi tersebut membuat harga butadiene rubber di China terus menguat dan telah mencatat kenaikan selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut. Mengingat karet sintetis merupakan substitusi utama karet alam, kenaikan harganya turut meningkatkan daya saing dan mendukung harga karet alam.
Fokus Pasar Beralih ke Cuaca
Setelah berhasil menembus level tertinggi Juli, pasar kini memasuki fase baru. Sebagian analis menilai reli sebelumnya lebih banyak didorong oleh proses pemulihan valuasi akibat penurunan stok. Ke depan, kelanjutan penguatan akan sangat bergantung pada munculnya katalis baru.
Faktor yang paling banyak diperhatikan adalah perkembangan cuaca di Asia Tenggara. Apabila hujan berkepanjangan atau dampak El Nino benar-benar mengganggu produksi di negara-negara produsen utama, harga berpotensi memperoleh dorongan tambahan. Sebaliknya, jika kondisi cuaca membaik dan produksi kembali normal, ruang kenaikan harga diperkirakan akan lebih terbatas.
Prospek Perdagangan Hari Ini
Untuk perdagangan Kamis, sentimen pasar masih cenderung positif. Penguatan kontrak SICOM TSR20, kenaikan harga bahan baku di Thailand, berlanjutnya reli karet sintetis, serta harga minyak yang tetap kuat menunjukkan momentum bullish masih terjaga.
Meski demikian, laju kenaikan diperkirakan akan lebih bertahap karena sebagian besar sentimen positif telah tercermin dalam harga saat ini.
Analisis teknikal (sekadar referensi, bukan rekomendasi investasi): selama kontrak SICOM TSR20 September mampu bertahan di atas kisaran 228,0-229,0 sen AS/kg, harga masih berpeluang menguji area 231,5-233,0 sen AS/kg. Jika momentum beli terus berlanjut dan didukung faktor fundamental, harga berpotensi bergerak menuju kisaran 235,0 sen AS/kg. Sebaliknya, apabila terjadi aksi ambil untung, area 225,0-226,0 sen AS/kg menjadi level dukungan terdekat yang patut dicermati.
Secara keseluruhan, kombinasi pasokan yang masih relatif ketat, tren penurunan stok, gangguan cuaca di Thailand, penguatan harga minyak mentah, serta reli karet sintetis membuat prospek jangka pendek karet masih cenderung positif dengan pola bullish consolidation. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama, pergerakan harga minyak, serta kondisi permintaan industri ban global sebagai penentu arah harga berikutnya.