|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Pabrik Pengolahan Lateks Pekat di Sumatera Utara Hentikan Operasi Mulai 1 September 2026, Anggota GAPKINDO Berkurang Lagi

Pabrik Pengolahan Lateks Pekat di Sumatera Utara Hentikan Operasi Mulai 1 September 2026, Anggota GAPKINDO Berkurang Lagi

Medan, 26 Agustus 2026 – Industri pengolahan karet di Sumatera Utara kembali menghadapi tantangan berat. Salah satu pabrik pengolahan lateks pekat yang merupakan anggota Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumatera Utara dipastikan akan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya mulai 1 September 2026.

Keputusan tersebut menjadi sinyal semakin beratnya tekanan yang dihadapi industri hilir karet alam, khususnya segmen pengolahan lateks pekat, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan pasokan bahan baku sekaligus melemahnya permintaan pasar.

Dengan berhentinya operasional pabrik tersebut, jumlah anggota aktif GAPKINDO Sumatera Utara kembali berkurang. Kondisi ini mencerminkan semakin menyusutnya kapasitas industri pengolahan karet alam di salah satu sentra produksi karet terbesar di Indonesia.

Pasokan Lateks Alam Semakin Sulit

Salah satu faktor utama yang mendorong penghentian operasional adalah semakin terbatasnya ketersediaan bahan baku berupa lateks kebun.

Pasokan lateks dari perusahaan perkebunan maupun perkebunan karet rakyat terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai areal tanaman karet telah dialihkan ke komoditas lain, terutama kelapa sawit, yang dinilai memberikan prospek ekonomi lebih baik bagi pelaku usaha maupun pekebun.

Akibat konversi tersebut, volume lateks segar yang dapat dipasok ke pabrik pengolahan semakin berkurang, sehingga menyulitkan industri dalam menjaga tingkat utilisasi pabrik secara ekonomis.

Pelaku industri menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada satu perusahaan, tetapi juga menjadi tantangan struktural bagi keberlangsungan industri pengolahan lateks pekat di Sumatera Utara.

Permintaan Lateks Pekat Terus Menurun

Selain persoalan bahan baku, industri juga menghadapi perubahan signifikan dari sisi permintaan.

Selama ini, konsumen utama lateks pekat adalah industri manufaktur sarung tangan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap lateks pekat berbasis karet alam mengalami penurunan cukup tajam.

Perubahan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan lateks sintetis sebagai bahan baku produksi sarung tangan. Seiring berkembangnya preferensi pasar global terhadap produk berbahan sintetis untuk segmen tertentu, banyak produsen sarung tangan melakukan penyesuaian komposisi bahan baku mereka.

Akibatnya, kebutuhan terhadap lateks pekat berbahan baku karet alam terus mengalami penurunan, sehingga semakin mempersempit pasar bagi industri pengolahan lateks pekat di dalam negeri.

Industri Hadapi Tekanan Ganda

Kombinasi antara semakin terbatasnya pasokan bahan baku dan melemahnya permintaan telah menciptakan tekanan ganda terhadap keberlangsungan usaha pabrik pengolahan lateks pekat.

Di satu sisi, perusahaan menghadapi kesulitan memperoleh bahan baku dalam jumlah yang memadai untuk menjalankan pabrik secara efisien. Di sisi lain, pasar utama yang selama ini menyerap produk lateks pekat juga terus mengalami penyusutan akibat perubahan tren penggunaan bahan baku di industri hilir.

Kondisi tersebut membuat keberlangsungan operasional menjadi semakin tidak ekonomis, sehingga penghentian kegiatan produksi menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.

Perlu Perhatian terhadap Industri Hilir Karet

Berhentinya satu lagi pabrik anggota GAPKINDO Sumatera Utara menjadi pengingat bahwa industri hilir karet alam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain persoalan produktivitas kebun dan alih fungsi lahan, perubahan preferensi pasar global juga mulai memengaruhi struktur permintaan terhadap produk-produk berbasis karet alam.

Pelaku industri berharap berbagai pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap keberlanjutan industri pengolahan karet nasional, baik melalui upaya menjaga ketersediaan bahan baku, meningkatkan daya saing produk berbasis karet alam, maupun mendorong diversifikasi pasar agar industri tetap memiliki prospek jangka panjang di tengah perubahan dinamika pasar global.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI