|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Dunia Terkoreksi Hari Ini, Aksi Ambil Untung Tekan Pasar Meski Ancaman El Nino Belum Mereda

Harga Karet Dunia Terkoreksi Hari Ini, Aksi Ambil Untung Tekan Pasar Meski Ancaman El Nino Belum Mereda

Medan, 2 September 2026 – Harga karet alam dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (2/9/2026), mengakhiri reli yang mewarnai perdagangan awal pekan. Pelemahan kali ini lebih dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah harga sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Di balik koreksi tersebut, fundamental pasar masih relatif kuat karena pasokan tetap terbatas akibat gangguan cuaca di kawasan produsen utama serta meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak fenomena El Nino terhadap produksi karet global.

Hingga pukul 09.50 WIB, kontrak SICOM TSR20 Oktober diperdagangkan di 232,6 sen AS per kilogram, turun 2,5 sen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, kontrak aktif Shanghai Futures Exchange (SHFE) Januari 2027 berada di 18.670 yuan per ton, melemah 290 yuan dari penutupan sebelumnya.

Koreksi tersebut terjadi setelah pada awal pekan harga karet sempat menguat tajam. Pada Senin (31/8), harga SICOM TSR20 ditutup di 243 sen AS per kilogram, menjadi level tertinggi sepanjang tahun ini. Di pasar domestik China, harga karet alam full rubber juga sempat naik menjadi 18.350 yuan per ton, bertambah 100 yuan dibandingkan hari sebelumnya, sedangkan harga Thai Mixed Rubber No.20 bertahan di 17.850 yuan per ton.

Masih Lebih Tinggi Dibanding Pekan Lalu

Meski hari ini mengalami koreksi, secara mingguan harga masih berada dalam tren penguatan.

Data Japan Exchange Group (JPX) menunjukkan bahwa pada pekan yang berakhir 28 Agustus, kontrak SHFE Januari 2027 naik sekitar 1,7% dibandingkan pekan sebelumnya, sementara kontrak aktif SICOM meningkat sekitar 2,7%. Bahkan aktivitas pembelian dari kalangan industri maupun investor spekulatif mendorong harga mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pergerakan tersebut mencerminkan bahwa sentimen positif belum sepenuhnya hilang, meskipun pasar saat ini memasuki fase konsolidasi.

Cuaca Masih Menjadi Penopang Harga

Dari sisi fundamental, perhatian pasar masih tertuju pada kondisi cuaca di Asia Tenggara.

Curah hujan yang masih terjadi di wilayah timur laut Thailand serta Provinsi Yunnan, China, menghambat aktivitas penyadapan getah karet. Ketika hujan turun pada malam hingga dini hari, petani tidak dapat melakukan penyadapan secara optimal sehingga produksi harian menurun.

Kondisi tersebut tercermin dari harga bahan baku yang tetap bertahan tinggi. Harga lateks Thailand naik menjadi 78 baht per kilogram, sedangkan harga cup lump mencapai 70,7 baht per kilogram. Di China, harga bahan baku di Yunnan naik menjadi 16,9 yuan per kilogram, sementara di Hainan meningkat menjadi 15,6 yuan per kilogram.

Selama gangguan cuaca masih berlangsung, pasokan diperkirakan tetap terbatas sehingga memberikan dukungan bagi harga.

Persediaan Qingdao Terus Menyusut

Faktor lain yang menopang pasar berasal dari menurunnya stok karet di China.

Hingga 30 Agustus 2026, total persediaan karet alam di kawasan pelabuhan Qingdao tercatat 627.700 ton, turun sekitar 3.800 ton atau 0,6% dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan terutama terjadi pada stok perdagangan umum, sementara stok di kawasan berikat mengalami sedikit kenaikan. Secara keseluruhan, tren penurunan persediaan menunjukkan pasokan yang masuk ke pasar belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan industri.

El Nino Kembali Menjadi Perhatian

Selain faktor hujan, pelaku pasar juga mulai mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan semakin menguat memasuki kuartal IV tahun ini.

Sejumlah lembaga dan analis memperkirakan El Nino berpotensi memicu cuaca yang lebih panas dan kering di berbagai negara produsen karet Asia Tenggara. Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, produktivitas pohon karet dapat menurun sehingga memperketat pasokan global. 

Sentimen tersebut turut diperkuat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong volatilitas di berbagai pasar komoditas, termasuk karet.

Permintaan Belum Sepenuhnya Pulih

Di sisi lain, permintaan belum menunjukkan penguatan yang sebanding dengan kenaikan harga.

Beberapa pabrikan ban mulai mengurangi pembelian setelah harga bahan baku melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Meski aktivitas produksi masih berjalan normal, pembelian dilakukan lebih selektif dan umumnya hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Hal ini menunjukkan bahwa reli harga belakangan ini lebih banyak dipengaruhi keterbatasan pasokan dibandingkan lonjakan konsumsi.

Investor Masih Aktif

Pasar juga masih memperoleh dukungan dari aktivitas dana investasi.

JPX memperkirakan dana komoditas dan investor spekulatif di China telah mengakumulasi sekitar 800 ribu ton posisi kontrak berjangka karet di SHFE dan INE dalam dua pekan terakhir. Masuknya dana tersebut menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga sepanjang akhir Agustus.

Prospek Perdagangan Hari Ini

Secara fundamental, prospek jangka pendek pasar karet masih relatif positif. Gangguan produksi akibat hujan di Thailand dan Yunnan, penurunan persediaan di Qingdao, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak El Nino masih menjadi faktor utama yang menopang harga.

Namun, setelah reli yang cukup panjang sepanjang akhir Agustus, pasar juga berpotensi melanjutkan fase konsolidasi karena sebagian pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan.

Disclaimer Analisis Teknikal (bukan rekomendasi investasi): secara teknikal, kontrak aktif SICOM TSR20 Oktober saat ini diperdagangkan di kisaran 232,6 sen AS per kilogram. Selama harga mampu bertahan di atas area 230–231 sen AS per kilogram, peluang untuk kembali menguji 236–240 sen AS per kilogram masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus level 230 sen AS per kilogram, koreksi berpotensi berlanjut menuju kisaran 226–228 sen AS per kilogram. Analisis teknikal ini merupakan estimasi berdasarkan pola pergerakan harga dan tidak dapat dijadikan jaminan arah pergerakan pasar.

Secara keseluruhan, tren harga karet masih ditopang oleh fundamental yang relatif solid. Meski perdagangan hari ini bergerak melemah akibat aksi ambil untung, keterbatasan pasokan di negara-negara produsen utama diperkirakan masih menjadi faktor dominan yang dapat membatasi ruang penurunan harga dalam jangka pendek.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI