|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Dunia Menguat Lagi, Sentuh Level Tertinggi Dua Tahun; Pasar Masih Berpeluang Naik, Namun Waspadai Volatilitas

Harga Karet Dunia Menguat Lagi, Sentuh Level Tertinggi Dua Tahun; Pasar Masih Berpeluang Naik, Namun Waspadai Volatilitas

Medan, 4 September 2026 – Pasar karet alam global masih mempertahankan tren positif hingga perdagangan Jumat (4/9/2026) siang. Setelah sempat mengalami aksi ambil untung pada perdagangan sebelumnya, kontrak berjangka kembali bergerak menguat, didukung kekhawatiran pasokan global yang masih ketat akibat cuaca, ancaman El Niño, serta berlanjutnya defisit pasokan dunia.

Hingga sekitar pukul 13.33 WIB, kontrak SICOM TSR20 Oktober diperdagangkan di 234,2 sen AS/kg, naik 1,5 sen dibanding penutupan sebelumnya. Sementara kontrak Shanghai Futures Exchange (SHFE) Januari 2027 berada di 18.775 yuan per ton, menguat 55 yuan dari hari sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen beli kembali mendominasi pasar setelah koreksi singkat sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, pasar sempat bergerak beragam. Bursa Osaka (OSE) dan SHFE mengalami tekanan akibat pelemahan harga minyak mentah dan penguatan yen Jepang yang mengurangi daya tarik komoditas bagi pembeli luar negeri. Meski demikian, analis internasional menilai pelemahan tersebut lebih merupakan koreksi teknikal setelah reli panjang daripada perubahan fundamental pasar.

Di Singapura sendiri, kontrak SICOM tetap bertahan di atas level 232 sen AS/kg, menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat prospek harga relatif kuat dalam jangka pendek.

Fundamental pasar saat ini masih didominasi persoalan pasokan. Asosiasi Negara-Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) memperkirakan produksi karet alam dunia tahun 2026 sekitar 15,32 juta ton, sedangkan konsumsi diperkirakan mencapai 15,60 juta ton, sehingga terjadi defisit sekitar 280 ribu ton. Kesenjangan tersebut bahkan diperkirakan lebih besar dibanding tahun lalu.

Gangguan produksi terjadi hampir di seluruh negara produsen utama. Thailand menghadapi masalah pohon karet yang menua, Indonesia masih menghadapi gangguan penyakit gugur daun di sejumlah wilayah, sementara Vietnam diperkirakan mengalami penurunan produksi. Di sisi lain, fenomena El Niño meningkatkan risiko kekeringan di beberapa sentra perkebunan sehingga memperkuat kekhawatiran terhadap pasokan global.

Dalam jangka pendek, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. Curah hujan yang masih tinggi di Thailand bagian timur laut maupun sejumlah wilayah produksi di Yunnan, China, menghambat aktivitas penyadapan sehingga pasokan bahan baku tidak bertambah secepat kebutuhan pasar. Di saat bersamaan, stok karet sosial di China memang sedikit meningkat menjadi sekitar 114,4 juta ton, tetapi kenaikannya sangat tipis sehingga belum mampu mengubah persepsi pasar mengenai ketatnya pasokan.

Selain faktor cuaca, kondisi geopolitik juga turut memengaruhi sentimen. Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian pelaku pasar energi. Walaupun harga minyak bergerak fluktuatif, risiko gangguan pasokan energi membuat harga bahan baku petrokimia tetap relatif tinggi. Kenaikan harga butadiena sebagai bahan baku karet sintetis menyebabkan sebagian konsumen industri kembali meningkatkan penggunaan karet alam sebagai substitusi.

Di sektor hilir, tekanan biaya mulai diteruskan kepada konsumen. Sejumlah produsen ban dunia seperti Michelin, Bridgestone, Zhongce Rubber hingga Sailun Tire telah menaikkan harga produk sekitar 2–5 persen sepanjang tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk mengimbangi kenaikan harga bahan baku yang terus berlangsung.

Meski demikian, kemampuan masing-masing perusahaan menghadapi lonjakan biaya berbeda-beda. Produsen besar dengan skala ekonomi yang kuat dan strategi lindung nilai relatif mampu mempertahankan pertumbuhan laba, sedangkan perusahaan yang lebih kecil masih menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya produksi.

Data historis juga menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup konsisten sepanjang tahun. Harga SICOM TSR20 yang pada awal Januari berada di kisaran 181,7 sen AS/kg, kini telah mencapai 234,2 sen AS/kg, atau naik sekitar 29 persen sepanjang tahun berjalan. Meskipun sempat terkoreksi pada awal September, harga masih berada di level yang secara historis tergolong tinggi.

Di sisi makroekonomi, pasar juga memperoleh dukungan dari ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) cenderung mempertahankan suku bunga apabila inflasi terus melandai. Kebijakan tersebut berpotensi menjaga aktivitas ekonomi global dan permintaan terhadap komoditas industri, termasuk karet alam. Sementara itu, data persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang turun sekitar 4,45 juta barel menunjukkan konsumsi energi masih cukup kuat.

Sejumlah lembaga riset memperkirakan harga karet masih memiliki kecenderungan bergerak menguat hingga akhir tahun, meskipun kenaikannya diperkirakan tidak lagi setajam beberapa bulan terakhir. Pasar diperkirakan memasuki fase "higher but more volatile", yakni harga bertahan tinggi dengan fluktuasi yang semakin besar.

Analisis teknikal (bukan rekomendasi investasi)

Berdasarkan pergerakan SICOM TSR20 Oktober hingga sekitar pukul 13.33 WIB, harga berada di 234,2 sen AS/kg, kembali menguat setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. Secara teknikal, tren jangka pendek masih cenderung bullish selama harga mampu bertahan di atas area 232,0–232,5 sen AS/kg, yang kini menjadi zona support terdekat sekaligus area penyangga setelah reli beberapa pekan terakhir.

Apabila momentum beli tetap terjaga dan volume transaksi meningkat pada sesi sore, harga berpeluang menguji kembali area 235,0–236,0 sen AS/kg. Jika level tersebut berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang menuju 237,5–239,0 sen AS/kg masih terbuka, bahkan tidak menutup kemungkinan menguji kembali level psikologis 240 sen AS/kg, yang merupakan salah satu level tertinggi dalam sekitar dua tahun terakhir.

Sebaliknya, apabila terjadi aksi ambil untung yang lebih besar, harga berpotensi terkoreksi menuju kisaran 232,0–232,5 sen AS/kg. Penembusan di bawah area tersebut dapat membuka ruang pelemahan lanjutan ke 230,0–231,0 sen AS/kg, meskipun selama ini area tersebut diperkirakan masih akan menarik minat beli karena fundamental pasar tetap didukung oleh defisit pasokan global, gangguan cuaca di negara produsen utama, serta tingginya biaya produksi karet sintetis.

Dengan demikian, struktur teknikal SICOM TSR20 masih menunjukkan kecenderungan higher high dan higher low, sehingga bias pergerakan jangka pendek tetap positif. Namun, volatilitas diperkirakan meningkat seiring aksi ambil untung, perubahan sentimen pasar energi, pergerakan nilai tukar dolar AS, serta perkembangan cuaca di kawasan produsen utama.

Disclaimer: Analisis teknikal di atas merupakan interpretasi terhadap data harga dan tren pasar, bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual kontrak berjangka maupun komoditas fisik. Pergerakan harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan fundamental, kondisi cuaca, geopolitik, kebijakan moneter global, serta sentimen pasar internasional.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI