|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Bangkit Tajam Awal Pekan, Pasar Kembali Bergairah Usai Koreksi Sepekan, Mampukah Tembus Rekor Baru?

Harga Karet Bangkit Tajam Awal Pekan, Pasar Kembali Bergairah Usai Koreksi Sepekan, Mampukah Tembus Rekor Baru?

Medan, 7 September 2026 – Pasar karet alam membuka pekan ini dengan sentimen yang jauh lebih positif. Setelah sempat mengalami tekanan selama beberapa hari terakhir, harga berjangka karet langsung bangkit kuat pada perdagangan Senin pagi. Kontrak SICOM TSR20 Oktober melonjak menjadi 242,8 sen AS/kg, naik 8,4 sen, sementara kontrak RSS3 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) untuk Januari 2027 juga menguat menjadi 19.345 yuan per ton, bertambah 575 yuan dari posisi sebelumnya.

Kenaikan tajam tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar kembali melakukan aksi beli setelah koreksi yang terjadi sepanjang pekan lalu. Sebelumnya, kontrak karet di Bursa Osaka (OSE) bahkan mencatat penurunan mingguan terdalam sejak akhir Juni akibat penguatan yen Jepang dan aksi ambil untung setelah harga berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Rebound Setelah Koreksi Sehat

Jika melihat pergerakan selama satu pekan terakhir, harga SICOM memang mengalami fase konsolidasi. Setelah sempat menyentuh 243 sen pada akhir Agustus, harga turun ke kisaran 232-235 sen pada awal September. Koreksi tersebut lebih banyak dipicu aksi profit taking dibanding perubahan fundamental pasar.

Rebound yang terjadi pagi ini menunjukkan bahwa minat beli kembali muncul ketika harga memasuki area yang dianggap menarik. Kondisi ini lazim terjadi setelah reli panjang, di mana pasar membutuhkan fase istirahat sebelum melanjutkan arah pergerakan berikutnya.

Mengapa Harga Naik Lagi?

Penguatan hari ini tidak lepas dari kombinasi beberapa faktor fundamental yang hingga kini masih mendukung pasar karet dunia.

Di sisi pasokan, curah hujan yang masih tinggi di sejumlah negara produsen utama Asia Tenggara terus mengganggu aktivitas penyadapan. Thailand, Indonesia dan Vietnam masih menghadapi ketidakpastian produksi akibat cuaca, sehingga pasokan bahan baku belum benar-benar pulih.

Selain itu, berbagai lembaga memperkirakan konsumsi karet alam global tahun ini masih lebih besar dibanding produksinya. Defisit pasokan tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap gangguan produksi.

Faktor lain yang ikut menopang harga adalah masih tingginya harga energi dunia. Naiknya harga minyak mentah membuat biaya produksi karet sintetis meningkat sehingga sebagian kebutuhan industri kembali bergeser ke karet alam. Di saat yang sama, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mendorong kenaikan harga minyak, sehingga turut memperkuat sentimen positif di pasar komoditas.

Industri Ban Mulai Menyesuaikan Harga

Lonjakan harga bahan baku juga mulai dirasakan industri hilir. Sejumlah produsen ban internasional telah melakukan penyesuaian harga jual karena biaya produksi meningkat cukup signifikan.

Meski demikian, analis menilai kenaikan harga ban belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan harga karet. Permintaan konsumen yang belum sepenuhnya pulih membuat sebagian produsen masih berhati-hati menaikkan harga secara agresif. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi laju kenaikan harga karet dalam jangka pendek.

Fundamental Masih Cenderung Positif

Secara keseluruhan, kondisi fundamental pasar masih relatif konstruktif. Persediaan belum berlimpah, produksi masih menghadapi gangguan cuaca, sementara kebutuhan industri ban tetap berjalan meskipun pertumbuhannya belum terlalu kuat.

Banyak analis menilai tren jangka menengah masih mengarah positif, namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena pasar sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, perkembangan geopolitik, serta kondisi ekonomi global.

Outlook Hari Ini

Dari sudut pandang analisis teknikal (bukan merupakan rekomendasi investasi), rebound yang terjadi pagi ini membuka peluang bagi SICOM untuk kembali menguji area 245-248 sen AS/kg apabila momentum beli mampu dipertahankan hingga sesi perdagangan Eropa.

Sementara untuk kontrak SHFE Januari 2027, area 19.500 hingga 19.700 yuan per ton menjadi level yang patut dicermati. Jika tekanan jual kembali muncul di area tersebut, pasar berpotensi bergerak konsolidatif sebelum menentukan arah berikutnya.

Pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama, dinamika harga energi, serta sentimen global karena ketiga faktor tersebut masih menjadi penggerak utama harga karet dalam jangka pendek.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI