|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

SICOM-TSR20 Bertahan di 260 Sen, Reli Mulai Tertahan di Tengah Gangguan Pasokan Thailand

SICOM-TSR20 Bertahan di 260 Sen, Reli Mulai Tertahan di Tengah Gangguan Pasokan Thailand

Medan, 6 Oktober 2026 — Harga karet alam di pasar berjangka masih bertahan di sekitar level psikologis 260 sen AS per kilogram pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Namun, setelah mencetak penutupan tertinggi baru sehari sebelumnya, pergerakan harga hari ini cenderung tertahan.

Pantauan pada pukul 16.35 WIB menunjukkan SICOM-TSR20 kontrak November berada di 260,2 sen/kg, turun tipis 0,2 sen. Posisi tersebut hanya 0,2 sen di bawah penutupan Senin (5/10) sebesar 260,4 sen/kg, sehingga pasar praktis masih bergerak di area yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa setelah reli panjang, pasar mulai memasuki fase konsolidasi di level tinggi. Harga belum menunjukkan tekanan jual yang besar, tetapi juga belum memperoleh tenaga baru untuk meninggalkan area 260 sen secara meyakinkan.

Kemarin menembus 260 sen, hari ini pasar menahan napas

Pergerakan Senin menjadi salah satu sesi penting bagi pasar karet. SICOM-TSR20 yang pada awal perdagangan berada di sekitar 259,9 sen/kg akhirnya ditutup pada 260,4 sen/kg, naik 2,6 sen atau sekitar 1,01 persen.

Kenaikan tersebut memperpanjang reli yang telah berlangsung sejak akhir September. Harga yang masih berada di 250 sen pada 29 September melonjak menjadi 258,7 sen pada 30 September, kemudian 257,8 sen pada 2 Oktober dan akhirnya menembus 260 sen pada 5 Oktober.

Dengan demikian, kenaikan SICOM-TSR20 sejak awal tahun sudah mencapai sekitar 43 persen, dari 181,7 sen/kg pada 2 Januari menjadi 260,4 sen/kg pada penutupan 5 Oktober.

Kenaikan sebesar itu membuat area 260 sen menjadi sangat penting. Pasar kini tidak hanya mencari peluang untuk naik lebih tinggi, tetapi juga menguji apakah level tersebut mampu bertahan sebagai pijakan baru.

Mengapa harga sore ini cenderung stagnan?

Ada beberapa alasan yang membuat harga hari ini belum mampu melanjutkan lonjakan.

Pertama, pasar China masih libur. Perdagangan SHFE/INE tidak aktif selama libur National Day sehingga salah satu sumber utama likuiditas dan pembentukan sentimen harga karet Asia belum memberikan dorongan baru. Kondisi ini membuat perdagangan SICOM relatif lebih tipis dan dapat meningkatkan volatilitas, tetapi pada saat yang sama juga dapat membuat pasar lebih sulit memperoleh momentum lanjutan.

Kedua, pasar sedang berhadapan dengan level 260 sen yang secara psikologis cukup kuat. Setelah harga berhasil mencapainya, sebagian pelaku pasar memiliki alasan untuk mengamankan keuntungan. Tekanan seperti ini dapat menahan kenaikan tanpa harus berarti tren telah berubah menjadi bearish.

Ketiga, harga minyak mentah yang lebih lemah menjadi faktor penahan. Karet alam bersaing dengan karet sintetis yang berbahan dasar minyak. Ketika minyak turun, tekanan biaya produksi karet sintetis ikut berkurang sehingga dukungan terhadap karet alam menjadi sedikit lebih terbatas.

Keempat, pasar kemungkinan sedang menunggu perkembangan berikutnya dari sisi pasokan. Selama belum ada informasi baru yang lebih kuat mengenai gangguan produksi, pelaku pasar cenderung berhati-hati mengejar harga setelah kenaikan yang cukup panjang.

Hujan Thailand masih menjadi bahan bakar utama

Meski pergerakan hari ini cenderung datar, faktor fundamental yang menopang harga belum hilang.

Thailand masih menghadapi cuaca buruk. Peringatan resmi meteorologi untuk 6–7 Oktober masih mencakup hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, termasuk wilayah selatan. Potensi hujan kembali meningkat pada 9–13 Oktober di beberapa wilayah tengah, timur dan selatan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penyadapan dan pengumpulan lateks.

Bagi pasar karet, hujan berkepanjangan penting karena penyadapan tidak dapat dilakukan secara normal ketika kondisi kebun terlalu basah. Jika gangguan berlangsung lebih lama, pasokan bahan baku dapat mengetat dan memberikan dukungan tambahan terhadap harga.

Persoalan banjir di Thailand juga masih menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya terhadap perkebunan, tetapi juga terhadap aktivitas industri dan transportasi. Kondisi tersebut membuat pasar tetap memberikan premi risiko terhadap kemungkinan gangguan pasokan dalam jangka pendek.

Fundamental jangka menengah masih mendukung harga

Di luar faktor cuaca, pasar karet masih menghadapi persoalan pasokan yang tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat.

Produksi karet alam tidak bisa ditingkatkan secara instan. Tanaman karet membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum dapat menghasilkan. Karena itu, ketika terjadi gangguan produksi pada negara-negara utama penghasil karet, tambahan pasokan dari kebun baru tidak dapat langsung menggantikannya.

Kondisi tanaman yang semakin tua dan kebutuhan peremajaan juga menjadi persoalan jangka panjang. Di sisi permintaan, karet tetap sangat penting bagi industri ban dan otomotif. Selama pertumbuhan penggunaan kendaraan dan kebutuhan ban tetap terjaga, kebutuhan terhadap bahan baku karet alam juga tetap menjadi penopang pasar.

Namun, fundamental positif tidak berarti harga akan naik setiap hari. Ketika harga sudah berada pada level yang sangat tinggi, pasar membutuhkan bukti baru mengenai pengetatan pasokan atau penguatan permintaan untuk melanjutkan reli.

Ada faktor makro yang ikut membantu sentimen

Selain cuaca dan pasokan, sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan pelemahan.

Ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga lanjutan semakin terbatas dapat membantu aset komoditas karena tekanan dari kebijakan moneter yang lebih ketat berkurang.

Namun, pengaruh faktor ini terhadap karet tidak sebesar faktor pasokan Thailand. Untuk pasar karet saat ini, cuaca, produksi, aktivitas industri ban, minyak dan perdagangan China tetap menjadi faktor yang lebih langsung diperhatikan.

Apakah 260 sen sudah menjadi puncak?

Belum ada tanda yang cukup untuk menyimpulkan demikian.

Justru menariknya, setelah ditutup di 260,4 sen kemarin, harga sore ini masih mampu bertahan di 260,2 sen. Artinya, pelaku pasar belum menunjukkan aksi jual besar-besaran meskipun harga telah naik sangat tinggi.

Yang menjadi perhatian sekarang adalah apakah SICOM-TSR20 mampu membangun pijakan di atas 260 sen.

Jika harga mampu bertahan di sekitar 259–260 sen dan kemudian menembus 262 sen, peluang menuju 263–265 sen/kg masih terbuka.

Sebaliknya, apabila harga terus gagal melewati 261–262 sen dan kemudian turun di bawah 258 sen, kemungkinan konsolidasi menjadi lebih besar. Area 255–256 sen menjadi zona yang perlu diperhatikan apabila koreksi semakin dalam.

Perkiraan teknikal: 262–265 sen masih terbuka

Berdasarkan rangkaian harga tahun berjalan yang diberikan, tren utama SICOM-TSR20 masih menunjukkan pola kenaikan. Setelah koreksi dari 256,2 sen pada 25 September ke 250 sen pada 29 September, harga kembali naik dengan cepat hingga 260,4 sen pada 5 Oktober.

Secara teknikal sederhana, 260 sen sekarang menjadi area pivot penting.

Untuk sisa perdagangan hari ini, apabila harga tetap bertahan di sekitar 259–260 sen, peluang bergerak dalam kisaran 259–262 sen/kg cukup terbuka. Penembusan yang kuat di atas 262 sen dapat membuka ruang menuju 263–265 sen/kg.

Sebaliknya, jika harga kehilangan 258 sen, pasar berpotensi melakukan koreksi menuju 255–256 sen/kg. Jika tekanan jual jauh lebih kuat, area 252–254 sen dapat menjadi target koreksi berikutnya.

Dengan kondisi saat ini, skenario yang paling masuk akal bukan lonjakan tajam setiap hari, melainkan konsolidasi di sekitar 258–262 sen dengan bias masih positif.

Disclaimer teknikal: Analisis tersebut merupakan pembacaan teknikal berdasarkan data harga yang tersedia dan bukan kepastian arah pasar. Harga komoditas dapat berubah cepat akibat cuaca, kondisi produksi, permintaan industri, harga minyak, nilai tukar, kebijakan perdagangan, kondisi ekonomi global dan perkembangan geopolitik.

SICOM-TSR20 memasuki fase penentuan arah

Pergerakan hari ini memperlihatkan bahwa pasar karet belum kehilangan tenaga, tetapi mulai membutuhkan katalis baru.

Hujan dan banjir Thailand masih memberikan alasan fundamental bagi harga untuk bertahan tinggi. Di sisi lain, liburnya pasar China, minyak yang lebih lemah dan potensi aksi ambil untung membuat kenaikan tidak lagi semudah pada beberapa sesi sebelumnya.

Karena itu, 260 sen kini menjadi angka yang sangat penting. Jika mampu bertahan dan kemudian ditembus dengan kuat, pasar dapat membuka perjalanan baru menuju 263–265 sen. Tetapi jika berkali-kali gagal melewati area tersebut, konsolidasi atau koreksi sehat menjadi semakin mungkin.

Untuk sementara, kondisi pasar lebih tepat digambarkan sebagai “bullish tetapi mulai tertahan”. Harga belum berbalik arah, namun setelah reli panjang, pasar sedang membutuhkan tenaga baru untuk melanjutkan perjalanan ke level yang lebih tinggi.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI