|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Harga Karet Dunia Bertahan di Level Tinggi, SICOM-TSR20 Dekati 260 Sen — Kenaikan Harga Ban dan Pasokan Jadi Sorotan

Harga Karet Dunia Bertahan di Level Tinggi, SICOM-TSR20 Dekati 260 Sen — Kenaikan Harga Ban dan Pasokan Jadi Sorotan

Medan, 9 Oktober 2026 — Harga karet alam dunia memasuki perdagangan setelah libur panjang di China dengan kecenderungan tetap kuat. Kenaikan harga bahan baku di negara produsen, gangguan cuaca di sejumlah wilayah perkebunan, serta kekhawatiran terhadap pasokan jangka panjang menjadi faktor yang menopang pasar. Namun, tingginya harga juga mulai menimbulkan tantangan bagi industri hilir, terutama produsen ban yang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.

Di pasar berjangka China, kontrak utama karet alam untuk pengiriman Januari 2027 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup pada 8 Oktober di level 20.145 yuan per ton, naik 435 yuan atau 2,21% dibandingkan penutupan sesi perdagangan sebelumnya. Harga sempat menyentuh level tertinggi sejak Februari 2017. Sementara itu, kontrak utama karet teknis SICOM-TSR20 di Singapura tercatat pada 256,9 sen AS per kilogram pada 7 Oktober, naik 2,5 sen dibandingkan penutupan 30 September 2026.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa sentimen positif masih bertahan di pasar karet internasional. Meski demikian, penguatan harga di China dan Singapura tidak selalu bergerak dengan persentase yang sama karena perbedaan jenis kontrak, periode pengiriman, kondisi pasokan, dan mekanisme perdagangan.

Harga bahan baku Thailand menguat, biaya produksi mendapat tekanan

Dari sisi pasokan, harga bahan baku karet di Thailand masih menunjukkan penguatan. Pada 8 Oktober, harga pembelian lateks (getah karet) tercatat sebesar 86,50 baht per kilogram, naik 3,50 baht dibandingkan sebelum libur. Sementara itu, harga cup lump atau gumpalan karet yang terkumpul di wadah penampung mencapai 79,25 baht per kilogram, naik 3,35 baht.

Kenaikan harga kedua jenis bahan baku tersebut mencerminkan kuatnya persaingan mendapatkan pasokan di tengah ketidakpastian produksi. Curah hujan yang mengganggu aktivitas penyadapan di sejumlah wilayah Asia Tenggara turut menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, membaiknya kondisi cuaca di sebagian wilayah dan meningkatnya aktivitas penyadapan selama musim produksi berpotensi menambah pasokan baru dalam beberapa pekan mendatang.

Untuk pasar domestik China, harga karet alam lembaran standar penuh (SCRWF) di Shanghai pada 8 Oktober berada di kisaran 19.500–19.700 yuan per ton. Harga tersebut naik sekitar 225 yuan dibandingkan hari perdagangan sebelumnya. Namun, harga fisik masih berada di bawah kontrak berjangka utama Januari 2027, sehingga penguatan pasar berjangka belum sepenuhnya tercermin pada harga fisik.

Cuaca dan fenomena El Niño menjadi perhatian pasar

Selain kondisi cuaca jangka pendek, potensi pengaruh El Niño terhadap produksi karet alam juga menjadi salah satu perhatian pelaku industri. Perubahan pola hujan, suhu ekstrem, dan kekeringan dapat memengaruhi produktivitas pohon serta jumlah hari penyadapan yang efektif.

Akan tetapi, dampak cuaca tidak selalu seragam di seluruh negara produsen. Pergerakan harga dalam jangka pendek tetap akan ditentukan oleh realisasi produksi, kelancaran distribusi, tingkat persediaan, dan kemampuan industri hilir menyerap kenaikan harga.

Karena itu, ekspektasi penurunan produksi akibat cuaca perlu dibedakan dari penurunan pasokan yang benar-benar telah terjadi. Jika produksi meningkat seiring membaiknya kondisi penyadapan pada kuartal IV, tekanan pasokan dapat berkurang dan membatasi ruang kenaikan harga lebih lanjut.

Persediaan dan permintaan menjadi penentu arah berikutnya

Perkembangan persediaan setelah libur panjang di China menjadi faktor penting yang perlu dicermati. Pengurangan aktivitas sebagian industri selama libur dapat menghambat penyerapan bahan baku untuk sementara, sementara pengiriman dan penerimaan barang tetap berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi menambah persediaan dalam jangka pendek.

Di sisi lain, tingkat persediaan yang relatif terbatas di sejumlah jalur perdagangan dapat membantu menahan tekanan penurunan harga. Pasar akan memperhatikan apakah pabrik ban kembali meningkatkan aktivitas produksi dan melakukan pengadaan bahan baku setelah libur.

Dengan demikian, penguatan harga saat ini belum cukup untuk memastikan tren kenaikan yang berkelanjutan. Keseimbangan antara pasokan baru, persediaan, dan pemulihan permintaan akan menjadi ujian penting bagi harga karet pada sisa Oktober.

Lebih dari 60 perusahaan ban menaikkan harga jual

Kenaikan harga karet juga mulai terasa pada industri hilir. Sejak September, lebih dari 60 perusahaan ban di China dilaporkan menerbitkan lebih dari 70 pemberitahuan penyesuaian harga. Kenaikan yang diumumkan umumnya berada pada kisaran 2%–5%, mencakup ban kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga ban untuk kebutuhan industri dan alat berat.

Tekanan biaya tidak hanya berasal dari karet alam. Karet sintetis, karbon hitam, dan berbagai bahan kimia pendukung juga memengaruhi biaya produksi. Ketika beberapa komponen tersebut naik secara bersamaan, produsen ban menghadapi tekanan terhadap margin keuntungan.

Sejumlah strategi yang dapat digunakan industri antara lain menyesuaikan produksi berdasarkan pesanan, mengamankan kebutuhan bahan baku melalui kontrak, serta melakukan lindung nilai untuk mengurangi risiko fluktuasi harga. Pengembangan produk bernilai tambah, termasuk ban yang dirancang untuk kendaraan listrik, juga menjadi salah satu cara memperkuat daya saing.

Kenaikan harga jual ban tidak otomatis berarti permintaan melemah. Namun, jika kenaikan biaya diteruskan sepenuhnya kepada konsumen, produsen tetap perlu mempertimbangkan daya beli pasar, persaingan, dan kemampuan distributor menyerap kenaikan harga.

Industri karet menghadapi tuntutan ketertelusuran dan keberlanjutan

Di luar persoalan harga, rantai pasok karet alam juga menghadapi tuntutan lingkungan yang semakin ketat. Regulasi antideforestasi Uni Eropa (EUDR) mencakup karet alam dan produk turunannya. Berdasarkan jadwal penerapan yang berlaku, aturan tersebut dijadwalkan mulai diterapkan pada 30 Desember 2026 bagi operator besar dan menengah, sedangkan sebagian besar operator mikro dan kecil memperoleh jadwal hingga 30 Juni 2027.

Pelaku usaha yang memasok pasar Eropa perlu mempersiapkan ketertelusuran bahan baku, termasuk informasi asal perkebunan dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait deforestasi. Tantangan ini cukup besar karena sekitar 85% produksi karet alam dunia berasal dari perkebunan rakyat, yang tersebar di banyak lokasi dan melibatkan sejumlah perantara sebelum bahan baku mencapai pabrik.

Bagi Indonesia, penguatan pencatatan asal bahan baku, pendampingan pekebun, dan peningkatan produktivitas tanpa perluasan perkebunan yang merusak hutan menjadi semakin penting. Sistem agroforestri, peremajaan tanaman, dan praktik budidaya yang lebih baik dapat membantu meningkatkan ketahanan ekonomi pekebun sekaligus memperkuat keberlanjutan pasokan.

Harga karet yang lebih baik memberikan peluang bagi pekebun untuk meningkatkan pendapatan dan berinvestasi pada kebun. Namun, manfaat tersebut akan lebih berkelanjutan apabila kenaikan harga juga diikuti peningkatan produktivitas, mutu, dan akses terhadap pasar bernilai tambah.

Prospek harga: cenderung kuat, tetapi rawan koreksi

Dalam jangka pendek, harga karet alam masih berpeluang bertahan pada level tinggi karena dukungan harga bahan baku, ketidakpastian cuaca, dan ekspektasi pasokan jangka panjang. Pergerakan harga minyak juga perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap biaya karet sintetis, salah satu bahan yang bersaing dengan karet alam dalam industri ban.

Meskipun demikian, kenaikan harga yang tajam meningkatkan risiko koreksi apabila pelaku pasar merealisasikan keuntungan, pasokan baru bertambah, atau pemulihan permintaan tidak sekuat yang diharapkan. Harga tinggi juga dapat mendorong pekebun meningkatkan aktivitas penyadapan, sehingga sebagian kekhawatiran mengenai keterbatasan pasokan berpotensi mereda.

Bagi pelaku industri karet Indonesia, perkembangan SICOM-TSR20 perlu dipantau bersama harga bahan baku domestik, nilai tukar, biaya logistik, dan permintaan dari negara tujuan ekspor. SICOM-TSR20 merupakan salah satu acuan penting bagi perdagangan karet teknis, tetapi harga transaksi aktual tetap dipengaruhi spesifikasi produk, mutu, waktu penyerahan, dan persyaratan kontrak.

Pasar kini menghadapi dua kekuatan yang saling berlawanan: kekhawatiran terhadap pasokan yang menopang harga dan kemungkinan peningkatan produksi yang dapat membatasi kenaikan. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap harga tinggi serta realisasi produksi negara-negara produsen pada periode puncak musim sadap kuartal IV 2026.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI