|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
Ikon Berita

BERITA TERKINI

Karet Berkelanjutan Jadi Kunci Pasar Global, Petani Sumatera Utara Dapat Perhatian Industri Ban Dunia

Karet Berkelanjutan Jadi Kunci Pasar Global, Petani Sumatera Utara Dapat Perhatian Industri Ban Dunia

Medan, 19 Oktober 2026 — Keberlanjutan karet alam semakin menjadi faktor penting dalam persaingan industri global. Produsen tidak lagi hanya dituntut menghasilkan bahan baku berkualitas dan kompetitif, tetapi juga membuktikan asal-usul karet, praktik produksi yang bertanggung jawab, serta perlindungan lingkungan dan kesejahteraan petani.

Perkembangan terbaru menunjukkan arah tersebut semakin kuat. Malaysia pada 2 Oktober 2026 meluncurkan Malaysian Sustainable Natural Rubber (MSNR) Global Alliance untuk memperkuat kolaborasi industri, ketertelusuran dan pengadaan karet yang bertanggung jawab. Malaysia juga mengembangkan sistem digital MSNR Trace yang mengintegrasikan data geolokasi dan rantai pasok guna meningkatkan transparansi serta akuntabilitas.

Sementara itu, laporan keberlanjutan industri ban global yang diterbitkan pada Oktober 2026 mencatat intensitas emisi karbon perusahaan anggota Tire Industry Project turun 29,2% dibandingkan 2021. Pengadaan listrik dari sumber terbarukan mencapai 60,5%, sedangkan seluruh anggota terus melaporkan upaya pengadaan karet alam yang bertanggung jawab. Perkembangan ini menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan mencakup seluruh rantai industri, mulai dari kebun hingga pabrik ban.

Sumatera Utara Masuk dalam Program Pendampingan Petani

Perhatian industri ban global terhadap keberlanjutan juga terlihat dari perluasan program pendampingan petani karet rakyat di Indonesia. Fase kedua program Sustainable Natural Rubber dimulai pada April 2026, melanjutkan kegiatan di Jambi sekaligus memperluas cakupan ke Rantau Prapat, Sumatera Utara.

Program yang melibatkan Sumitomo Rubber Singapore dan perusahaan pengolahan karet PT Hok Tong tersebut menargetkan dukungan kepada sekitar 1.740 kebun petani per tahun, terdiri atas 870 rumah tangga petani di Jambi dan 870 di Rantau Prapat. Target dukungan direncanakan meningkat secara bertahap hingga April 2029.

Pada fase pertama selama 2022–2025, lebih dari 1.000 petani di Jambi telah mendapatkan pendampingan. Di wilayah program tersebut, produktivitas dan keuntungan petani membaik, dengan peningkatan hasil karet hingga sekitar 19%. Pada fase kedua, pendampingan dilanjutkan melalui bimbingan teknis dan dukungan sarana pertanian untuk membantu petani menerapkan praktik yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan yang lebih terstruktur dalam pengadaan karet alam berkelanjutan. Industri tidak hanya berupaya meningkatkan produksi, tetapi juga mengidentifikasi risiko lingkungan dan rantai pasok, memperkuat kemampuan petani, serta membangun ketahanan pasokan dalam jangka panjang.

Keberlanjutan Mencakup Perlindungan Alam

Pendekatan industri semakin berkembang dari sekadar peningkatan produktivitas menuju pengelolaan dampak bisnis terhadap alam. Salah satunya melalui kerangka AR3T yang dikembangkan oleh Science Based Targets Network (SBTN), yaitu menghindari dampak, mengurangi dampak, memulihkan atau meregenerasi alam, serta mentransformasi praktik usaha.

Kerangka tersebut membantu perusahaan mengintegrasikan penilaian risiko, pendampingan petani dan penelitian ke dalam strategi keberlanjutan. Dalam konteks perkebunan karet, penerapannya dapat berkaitan dengan pencegahan deforestasi, peningkatan produktivitas kebun yang sudah ada, pengembangan agroforestri dan penguatan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Di negara produsen lainnya, pendekatan keberlanjutan juga terus berkembang. Malaysia memperkuat ketertelusuran melalui sistem digital, sementara Thailand dan Pantai Gading memiliki program yang melibatkan petani kecil, perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi dan pemulihan ekosistem. Di China, proyek yang didukung pelaku industri juga mencakup penguatan masyarakat pedesaan dan pemulihan ekosistem di Xishuangbanna. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan karet semakin berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan keanekaragaman hayati, selain kepastian pasokan bahan baku.

Peluang bagi Industri Karet Indonesia

Bagi Indonesia, tantangan berikutnya adalah memastikan agenda keberlanjutan dapat menjangkau petani rakyat, pedagang pengumpul, pabrik pengolahan dan eksportir. Ketertelusuran memerlukan data asal bahan baku yang konsisten dan dapat diverifikasi, sedangkan penerapannya harus disertai dukungan teknis serta pembiayaan yang proporsional agar tidak menjadi beban berlebihan bagi petani kecil.

Kebutuhan tersebut semakin relevan di tengah tuntutan pasar internasional, termasuk regulasi antideforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR). Pelaku usaha perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku dan jadwal implementasinya, sekaligus mempersiapkan dokumentasi rantai pasok yang sesuai dengan persyaratan pembeli.

Bagi Sumatera Utara sebagai salah satu sentra karet alam Indonesia, perluasan program pendampingan ke Rantau Prapat menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara petani dan industri pengolahan. Peningkatan produktivitas, perbaikan pendapatan petani dan ketertelusuran bahan baku dapat berjalan beriringan untuk memperkuat daya saing.

Pada akhirnya, karet berkelanjutan bukan sekadar persyaratan perdagangan. Keberhasilannya bergantung pada kemampuan seluruh rantai pasok menjaga lingkungan, meningkatkan kesejahteraan petani dan menjamin ketersediaan karet alam yang bertanggung jawab bagi industri global.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI