Pasokan Ketat, Spekulasi Menguat: Harga Karet Global Masuk Fase Bullish Awal 2026
Pasar karet global memasuki awal 2026 dengan sentimen positif, ditopang oleh kombinasi pasokan yang kian terbatas, meningkatnya aktivitas spekulatif di bursa berjangka, serta kekhawatiran industri ban terhadap ketersediaan bahan baku. Kondisi ini mendorong harga karet, baik alam maupun sintetis, bergerak menguat dan berpotensi bertahan tinggi dalam jangka pendek.
Di pasar internasional, harga karet berjangka di Jepang (OSE), Shanghai (SHFE/INE), dan Singapura (SICOM) tercatat naik serempak. Masuknya dana komoditas dari Tiongkok menjadi salah satu pendorong utama, tercermin dari meningkatnya posisi beli (open interest) meskipun volume transaksi relatif menurun. SGX SICOM bahkan melaporkan kontrak TSR20 mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, seiring kuatnya permintaan fisik dan sentimen spekulatif.
Dari sisi fundamental, pasokan karet alam global menunjukkan pertumbuhan yang sangat terbatas. Negara-negara produsen utama di Asia Tenggara mulai memasuki akhir musim produksi, sementara wilayah Tiongkok sudah berhenti sadap. Data terbaru menunjukkan produksi negara-negara ANRPC pada 2025 hanya tumbuh tipis, dan diperkirakan pasokan pada paruh pertama 2026 masih akan melambat. Di sisi lain, persediaan di sejumlah pelabuhan utama mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan setelah sebelumnya terus meningkat.
Kondisi ketat ini diperkuat oleh situasi di India, di mana industri ban secara terbuka menyuarakan kekhawatiran atas kelangkaan karet alam meski sedang berada di musim panen puncak. Harga domestik di India mendekati 200 Rupee per kg, sementara produsen ban menilai terdapat indikasi penimbunan dan ketidaksesuaian antara data resmi dan kondisi riil di pasar. India bahkan mempertimbangkan kembali pembukaan impor bebas bea untuk menutup defisit pasokan dalam negeri.
Sementara itu, pada segmen karet sintetis, khususnya karet butadiena (BR), kenaikan harga terjadi lebih agresif dibanding karet alam. Pasokan butadiena yang sempat ketat akibat perawatan fasilitas petrokimia mendorong produsen besar menaikkan harga. Walau beberapa pabrik dijadwalkan kembali beroperasi menjelang akhir Januari, margin keuntungan yang mulai tertekan membuat tingkat produksi belum sepenuhnya pulih, sehingga tekanan harga masih terasa.
Analis menilai bahwa secara keseluruhan pasar karet saat ini berada dalam fase *bullish moderat*: pasokan tumbuh lambat, persediaan mulai menyusut, sementara konsumsi relatif stabil dengan dukungan dari industri ban global. Dalam jangka pendek, harga diperkirakan bergerak fluktuatif namun dengan kecenderungan naik, terutama jika sentimen makro dan aliran dana spekulatif tetap kuat.
Dengan kombinasi faktor musiman, struktural, dan finansial tersebut, harga karet pada awal 2026 tidak lagi sekadar mengikuti siklus tahunan, tetapi mulai mencerminkan perubahan keseimbangan baru antara pasokan terbatas dan permintaan industri yang masih solid.