Harga Karet Shanghai Bergerak Naik, Pasar Global Masih Hati-Hati
Harga karet alam di pasar spot Shanghai tercatat menguat tipis pada Senin (10 Februari 2026), didorong kenaikan harga bahan baku serta penyesuaian harga penawaran oleh pedagang. Meski demikian, pergerakan kontrak berjangka masih cenderung berfluktuasi terbatas.
Berdasarkan laporan SunSirs (10 Februari 2026), sejumlah pedagang menaikkan harga penawaran sekitar 50–100 yuan per ton. Harga spot utama untuk Yunbao/Guangken berada di kisaran 16.100–16.250 yuan per ton, sementara Haibao diperdagangkan pada level 16.200–16.350 yuan per ton. Adapun karet 3L asal Vietnam tercatat lebih tinggi, yakni 16.500–16.600 yuan per ton.
Penguatan harga spot tersebut mencerminkan dukungan dari sisi biaya, seiring naiknya harga bahan baku. Di sisi lain, pasar berjangka Shanghai bergerak dalam rentang tertentu. Kontrak utama RU2605 dinilai masih memperoleh dukungan dari pasar spot, meski kenaikannya relatif terbatas.
Dari pasar global, Reuters (11 Februari 2026) melaporkan bahwa kontrak karet Jepang di Bursa Osaka terkoreksi setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Pelemahan tersebut dipicu oleh penguatan yen, yang membuat aset berbasis yen menjadi kurang menarik bagi pembeli luar negeri. Kontrak karet Juli di Osaka ditutup turun 1,27% ke level 350,4 yen per kilogram.
Sebaliknya, kontrak karet di China dan Singapura masih memperoleh dukungan dari harga bahan baku yang kuat serta permintaan dari luar China, terutama dari pabrik yang bersedia menyerap bahan baku pada harga lebih tinggi. Kontrak karet Mei di Shanghai Futures Exchange tercatat naik ke 16.335 yuan per ton, sementara kontrak karet di SICOM Singapura untuk pengiriman Maret diperdagangkan di kisaran 190,9 sen AS per kilogram.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi tekanan harga dalam jangka pendek, menyusul melemahnya permintaan dari industri ban menjelang libur Tahun Baru Imlek, ketika sejumlah pabrik mulai menghentikan aktivitas produksi sementara.
Penundaan EUDR Belum Berdampak Langsung
Terkait kebijakan, penundaan penerapan EU Deforestation Regulation (EUDR) dinilai belum memberikan dampak langsung terhadap pergerakan harga karet jangka pendek. Dampaknya saat ini lebih terasa pada sentimen jangka menengah hingga panjang, khususnya terkait kepastian regulasi, keberlanjutan rantai pasok, serta strategi kepatuhan eksportir ke pasar Eropa.
Dalam jangka pendek, pergerakan harga karet global masih didominasi oleh faktor fundamental pasar, seperti pasokan, harga bahan baku, nilai tukar, serta siklus permintaan musiman.
Kesimpulan, pasar karet global berada dalam fase kenaikan terbatas di pasar spot, dengan pergerakan berjangka yang fluktuatif, sementara sentimen global masih dipengaruhi oleh kombinasi dukungan biaya dan kehati-hatian terhadap prospek permintaan.