Futures Karet Alam Terkoreksi, SICOM-TSR20 Mei Bertahan di Atas 200 Sen
Medan, 3 Maret 2026 – Pergerakan harga karet alam global pada awal pekan ini menunjukkan koreksi terbatas, meski secara umum masih bertahan di level tinggi. Berdasarkan pemantauan pagi ini pukul 07.05 WIB, kontrak teraktif Mei 2026 di SICOM untuk TSR20 berada di level 202,3 sen AS per kilogram, turun dibanding penutupan sebelumnya, namun tetap bertahan di atas ambang psikologis 200 sen.
Pekan lalu, kontrak berjangka karet alam sempat melonjak tajam didorong kekhawatiran pasokan musiman dan aksi beli spekulatif. Laporan mingguan Japan Exchange Group (JPX) pada 2 Maret mencatat kenaikan signifikan di berbagai bursa utama. Di Osaka, kontrak OSE Juli 2026 menguat 4,3 persen secara mingguan, sementara di Shanghai, kontrak SHFE dan INE masing-masing naik 4,3 persen dan 3,9 persen.
Kontrak aktif Mei 2026 di SICOM sebelumnya juga mencatat kenaikan mingguan 3,9 persen dan sempat menyentuh level tertinggi dalam satu tahun, didorong oleh kuatnya permintaan fisik serta aksi arbitrase beli dari luar negeri.
Secara fundamental, Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) memperkirakan pasar global masih berada dalam tren defisit pasokan pada 2026, melanjutkan kondisi kekurangan suplai selama beberapa tahun terakhir. Produksi global diproyeksikan meningkat sekitar 2,4 persen menjadi 15,2 juta ton, namun pertumbuhan konsumsi dinilai tetap lebih tinggi, terutama dari sektor otomotif.
Di sisi lain, faktor eksternal turut memengaruhi dinamika harga. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk risiko gangguan jalur pelayaran utama, telah meningkatkan premi risiko energi dan biaya logistik global. Lonjakan harga minyak sebelumnya ikut memperkuat sentimen di pasar komoditas, termasuk karet alam.
Meski demikian, koreksi pagi ini menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah reli tajam pekan lalu. Pelaku pasar kini menanti perkembangan pembukaan musim sadap di Asia Tenggara pada Maret serta arah pergerakan harga energi global.
Dengan posisi masih di atas 200 sen per kilogram, level harga saat ini dinilai tetap mencerminkan sentimen yang relatif kuat, meskipun volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.