Harga Karet Global Fluktuatif, SICOM TSR20 pagi ini di Level 195
Medan, 10 Maret 2026 – Pasar karet alam global pada awal 2026 masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif di tengah proyeksi pertumbuhan moderat serta berbagai faktor eksternal yang memengaruhi pasar.
Pada perdagangan pagi ini, harga karet alam di bursa Singapore Exchange (SGX) untuk kontrak SICOM-TSR20 bulan April terpantau berada di level 195 sen AS/kg, turun 2,2 poin pada pukul 07.35 WIB dibandingkan posisi sebelumnya.
Secara umum, prospek industri karet alam dunia pada 2026 diperkirakan tetap tumbuh meskipun dengan laju yang relatif terbatas. Laporan terbaru Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) memperkirakan produksi karet alam global akan mencapai sekitar 15,324 juta ton pada 2026, meningkat sekitar 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, konsumsi global diperkirakan meningkat lebih lambat, yakni sekitar 1,4 persen menjadi 15,602 juta ton. Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih bertumbuh namun dengan dinamika permintaan yang lebih hati-hati.
ANRPC menilai kondisi pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan harga sebelumnya serta menjelang musim wintering di negara-negara produsen utama, yaitu periode gugurnya daun karet yang biasanya berlangsung antara Februari hingga Mei dan dapat mengurangi pasokan.
“Kondisi pasar saat ini mencerminkan periode konsolidasi setelah kenaikan harga dan menjelang musim wintering,” ungkap ANRPC dalam laporan bulanannya.
Di sisi permintaan, Tiongkok masih menjadi konsumen terbesar karet alam dunia. Permintaan negara tersebut tetap didukung oleh stabilnya sektor otomotif serta pertumbuhan kendaraan listrik. Namun, perlambatan ekspor ban Tiongkok berpotensi memengaruhi permintaan bahan baku dalam beberapa bulan mendatang.
Selain faktor permintaan, pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dan energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran berpotensi memicu kenaikan harga energi yang pada akhirnya menekan biaya produksi industri kimia dan karet.
Dengan berbagai faktor tersebut, pelaku pasar memperkirakan pergerakan harga karet global dalam waktu dekat masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dunia, harga energi, serta permintaan dari industri otomotif dan ban.