|  
EUDR kembali ditunda untuk kedua kalinya sehingga akan berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk perusahaan besar (selaku operator) dan 30 Juni 2027 untuk usaha kecil (selaku UKM).
News Icon

BERITA TERKINI

Harga Karet Tembus 200 Sen, Krisis Energi Jadi Pendorong Utama

Harga Karet Tembus 200 Sen, Krisis Energi Jadi Pendorong Utama

Medan, 30 Maret 2026 – Harga karet alam di pasar global menunjukkan penguatan signifikan seiring dampak lanjutan dari tekanan di sektor energi dunia. Kenaikan harga minyak yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai mendorong pergeseran permintaan dari karet sintetis ke karet alam.

Berdasarkan data perdagangan SICOM TSR20, harga karet sepanjang pekan 23–27 Maret 2026 naik dari 190,9 sen/kg menjadi 200,3 sen/kg, atau menguat sekitar 4,92 persen. Tren kenaikan berlangsung stabil setiap hari tanpa koreksi berarti, mencerminkan kuatnya minat beli di pasar.

Memasuki awal pekan, penguatan tersebut berlanjut. Hingga Senin pagi pukul 07.30 WIB, harga SICOM TSR20 untuk kontrak April di bursa SGX tercatat mencapai 203 sen/kg, naik 2,7 poin dibanding penutupan sebelumnya.

Di sisi lain, pergerakan di bursa Shanghai relatif terbatas. Harga karet RSS3 (RU) untuk kontrak paling aktif Mei tercatat di level 16.480 yuan/ton, turun tipis 20 poin, menunjukkan bahwa pasar Tiongkok masih cenderung berhati-hati.

Penguatan harga karet alam saat ini tidak terlepas dari dinamika di sektor energi global. Kenaikan harga minyak menyebabkan biaya produksi karet sintetis berbasis petrokimia menjadi lebih mahal, sehingga sebagian industri mulai beralih ke karet alam sebagai alternatif yang lebih kompetitif.

Selain faktor energi, kondisi pasokan juga turut memperkuat sentimen pasar. Negara produsen utama di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam saat ini memasuki periode musim gugur daun (wintering), yang mengakibatkan penurunan produksi lateks secara musiman.

Kombinasi antara tekanan biaya energi dan keterbatasan pasokan tersebut menjadi pendorong utama penguatan harga dalam jangka pendek.

Secara teknikal, keberhasilan harga menembus level psikologis 200 sen/kg memperkuat indikasi tren bullish awal. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke kisaran 202–205 sen/kg.

Namun demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi koreksi sehat akibat aksi ambil untung, dengan level support berada di kisaran 196–198 sen/kg.

Secara keseluruhan, perkembangan hingga awal pekan ini menunjukkan bahwa pasar karet global mulai bergerak dalam tren penguatan, dengan krisis energi menjadi salah satu faktor kunci yang mempercepat pergeseran preferensi industri ke karet alam.

◆ ◆ ◆

SEKRETARIAT PUSAT

Jl. Cideng Barat No. 62-A, Jakarta 10150
☎️ (62-21) 3501510, 3501511, 2846813
📠 (62-21) 3846811, 3500368
🌐 http://www.gapkindo.org
📧 karetind@indosat.net.id

GAPKINDO SUMUT

Kompleks Taman Tomang Elok
Blok I No. 41/156
Jl. Jend. Gatot Subroto – Sei Sikambing
Medan 20122 - ☎️ (62-61) 8468819
📧 gapkindosu.office@gmail.com

PETA LOKASI