Pengolahan Air Limbah Sistem Lumpur Aktif

IPAL

Limbah cair pada pabrik pengolahan karet remah dihasilkan dari tahapan-tahapan proses yang menggunakan air yakni:

  • Pembersihan terhadap bokar di mesin breaker/slab cutter
  • Penggilingan dan peremahan karet

Limbah cair yang dihasilkan dari proses tersebut secara umum tidak mengandung unsur pencemar bahan berbahaya dan beracun (B3) karena baik pada bahan olah maupun metode proses produksinya tidak menggunakan jenis bahan yang menimbulkan unsur B3. Pada industri pengolahan karet remah, penggunaan air dalam sistem produksi maupun proses pengolahan karet, merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang kegiatan proses, karena untuk mengkondisikan bahan olah karet yang sebelumnya tercemar oleh benda-benda asing maupun tanah selama proses distribusinya, diperlukan tahapan pembersihan yang intensif sampai bahan olah tersebut disajikan dalam bentuk lembaran (blanket).

Ada beberapa metode dalam proses pengolahan limbah cair di industri crumb rubber, namun dalam perkembangannya yang paling banyak digunakan saat ini adalah dengan sistem lumpur aktif. Pengolahan limbah cair sistem lumpur aktif adalah pengolahan limbah dengan menggunakan mikroba aerob dalam konsentrasi tinggi. Kolam aerasi dibuat dengan kedalaman 3–5 m. Untuk BOD 400 ppm diperlukan masa tinggal 8–9 jam.

Bila dibandingkan dengan sistem anaerob-fakultatif dan aerated lagoon, kebutuhan lahan pada sistem lumpur aktif hanya sebesar 5% dari pengolahan sistem ponding di perkebunan dan 10% dari sistem aerated lagoon. Namun, dari segi investasi relatif cukup tinggi, yakni biaya untuk pembangunan kolam dengan konstruksi beton dan peralatan aerator sebagai pemasok oksigen pada IPAL.